Renungan Harian 3 Juni 2020: Turning Point

0
339 views
Titik balik by ist


PW St. Karolus Lwanga dan kawan-kawan

  • Bacaan I: 2Tim. 1: 1-3.6-12
  • Injil: Mrk. 12: 18-27

BEBERAPA waktu lalu ada pertanyaan yang menggelitik dari seorang teman. Pertanyaannya adalah: “Apakah Inigo akan menjadi Ignatius seandainya tidak ada Peristiwa Pamplona?”

Sebagaimana kita ketahui, Inigo seorang perwira dengan ambisi “duniawi” yang luar biasa, kemudian harus terkapar karena kakinya tertembak ketika mempertahankan Benteng Pamplona.

Sejak peristiwa itu, dia berbalik dari keinginan “duniawi”, selanjutnya mengarahkan hidupnya sepenuhnya untuk kemuliaan Tuhan. Kemudian hari, ia dan kawan-kawanya mendirikan tarekat yang diberi nama Serikat Jesus.
 
Pertanyaan teman tersebut mengajak saya untuk merefleksikan bagaimana Allah menuntun seseorang untuk dijadikan alatnya yang luar biasa.

Allah mempunyai cara-cara yang unik dan luar biasa untuk membuat orang menjadi sadar dan menemukan titik balik bagi hidupnya.

Allah memilih seseorang tidak melihat bagaimana “kelakuan” orang tersebut sebelumnya, tetapi semua bergantung pada kehendakNya.
 
Sebagaimana sabda Tuhan seperti yang tertulis dalam Surat Paulus kepada Timotius yang kedua: “Allah menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karuniaNya sendiri.”
 
Kisah Inigo yang kemudian menjadi St. Ignatius dan banyak kisah orang kudus yang lain menunjukkan bahwa Allah memilih seseorang bukan karena kesucian dan kehebatan seseorang.

Oleh karenanya St. Ignatius dengan jelas menyebut kelompoknya adalah orang-orang berdosa yang dipanggil Tuhan.
 
Belajar dari pengalaman Ignatius dari Loyola dan banyak orang kudus lain, titik balik bisa terjadi dalam hidup, manakala seseorang berani membiarkan hidupnya untuk dibentuk dan dituntun Tuhan.

Dibentuk dan dituntun Tuhan tidak jarang dirasa seperti dibenturkan pada karang yang keras.
 
Bagaimana dengan Aku? Bagian mana dalam sejarah hidupku yang merupakan titik balik? Dan Bagaimana cara Allah menuntunku, dan membentukku?

Adakah aku membiarkan Tuhan untuk membentuk dan menuntunku?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here