Renungan Harian 8 Mei 2020: Waze

0
434 views
Aplikasi Waze by Romo Iwan Rusbani Pr
  • Bacaan I: Kis. 13:26–33
  • Injil: Yoh. 14:1 – 6

BEBERAPA waktu lalu, seusai memberikan pembekalan bahan adven di Paroki Hati Kudus Yesus, Tasikmalaya, saya bersama sopir memutuskan untuk memilih jalan alternatif menuju Bandung agar lebih cepat. Waktu itu kira-kira pukul 21.30 WIB, maka jalan gelap dan pandangan juga terbatas. 

Pilihan menempuh jalan alternatif atas usulan sopir yang pernah melewati jalan itu.

Saya duduk dengan tenang istirahat di mobil. Ketika sudah jalan di persimpangan sopir agak bingung memilih jalan; tetapi kemudian memutuskan memilih belok kanan sebagaimana yang seharusnya menurut sopir.

Akan tetapi kemudian dia ragu dengan jalan yang dipilih. Maka saya memutuskan untuk menggunakan aplikasi Waze dari hp saya.

Menurut petunjuk dari waze, jalan yang sedang kami lalui itu memang menuju ke Bandung.

Setelah menempuh perjalan kurang lebih satu jam, waze mengarahkan supaya kami belok ke kiri. Kami ragu karena jalan belok ke kiri jalannya sempit dan sepertinya jalannya jelek, jalan kampung dan gelap.

Maka kami memutuskan untuk lurus saja mengikuti jalan aspal dan lebih lebar. Kami beranggapan waze salah.

Sepanjang perjalanan waze meminta kami untuk berputar arah. Tetapi kami yakin bahwa seharusnya jalan aspal dan lebar sebagaimana pengalaman sopir.

Semakin jauh waze tidak menunjukkan arah baru tetapi tetap meminta kami berputar. Kami tetap mengikuti jalan aspal yang lebar namun waze kemudian mati karena tidak ada signal.

Semakin jauh kami pun tersesat karena jalan aspal yang lebar itu berujung di perkebunan dan jalan menjadi semakin jelek dan buntu.

Tidak ada pilihan lain selain kami putar balik dan kemudian mengikuti arah yang ditunjukkan waze.

Betul kami melewati jalan yang sempit dan tidak beraspal namun ternyata jalan sempit tidak beraspal itu tidak sampai 20 menit mengantar kami ke jalan besar yang mengantar kami sampai ke Bandung.

Betapa sering ketika dalam perjalanan, dan mengalami kebingungan memilih jalan mana yang harus ditempuh, pilihan jatuh pada jalan yang lebar dan bagus.

Amat membahayakan memilih jalan yang sempit dan jelek.

Seperti yang saya alami walau sudah menggunakan aplikasi tetap tidak percaya dengan arahannya karena dalam pikiran saya jalan yang aman dan benar adalah jalan yang besar dan bagus, dibanding jalan yang sempit dan jelek.

Sabda Tuhan hari ini sejauh diwartakan Yohanes, Yesus mengatakan: “Akulah jalan, kebenaran dan hidup.”

Yesus menyebut diriNya jalan menuju kehidupan dan menuju Bapa. Maka pengalaman dalam kebingungan memilih jalan, pilihan selalu jatuh ke jalan yang kelihatan besar dan baik, menjadikan aku sering tersesat; menjauh dari kehidupan dan Bapa.

Betapa sering kutemui bahwa jalan Yesus adalah jalan yang nampaknya sempit dan jelek. Sebenarnya Sabda Tuhan seperti waze yang terpercaya dan tidak akan salah, yang menuntunku sampai pada kehidupan.

Persoalannya adalah aku percaya pada arahanNya atau tidak?
 
Iwan Roes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here