Ribut

0
115 views
Ilustrasi - Menuding. (Ist)

Renungan Harian
Senin, 26 September 2022
Bacaan I: Ayb. 1: 6-12
Injil: Luk. 9: 46-50

BEBERAPA hari ini, media sosial ramai membicarakan pernyataan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan bahwa semua karya presiden Jokowi 80 persen sudah dimulai pada zaman Presiden SBY ayahnya. Beberapa orang menambahkan seolah-olah presiden Jokowi hanya tinggal menggunting pita saja.

Pernyataan itu mengundang banyak tanggapan baik yang menolak bahkan mengecam dan yang menyetujui pernyataan itu.

Menarik ada seorang analis yang mengatakan bahwa pernyataan 80 persen itu berlebihan karena banyak hal sudah disiapkan oleh para presiden pendahulu. Analis itu mengatakan bahwa pernyataan bahwa sudah 80 persen dikerjakan oleh Presiden SBY adalah suatu pernyataan yang jemawa.

Dari berbagai diskusi yang muncul intinya satu pihak mengatakan bahwa pernyataan 80 persen sudah dilakukan oleh Presiden SBY adalah sebuah bentuk kesombongan dan tidak mempunyai dasar data yang benar.

Sedangkan pihak lain membela bahwa apa yang dinyatakan itu sebagai kebenaran. Beberapa ahli yang berkomentar lebih bijak menyatakan bahwa tidak elok mengangkat diri dengan cara menjatuhkan orang lain.

Sudah barang tentu ramainya silang pendapat dan diskusi tidak terlepas dengan menjelang Tahun Politik 2024.

Perdebatan dan silang pendapat di atas sesungguhnya adalah silang pendapat mengenai siapa yang terbesar dan siapa yang terhebat.

Sebagaimana sabda Tuhan hari ini sejauh diwartakan dalam Injil Lukas, para murid ribut tentang siapa yang terbesar di antara mereka.

Yesus tidak menunjuk siapa yang terbesar tetapi mengubah cara pandang para murid tentang siap yang terbesar. “Sebab yang terkecil di antara kalian, dialah yang terbesar.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here