RIP: Romo Jacobus “Koos” Bruno Peperzak OFM, Ahlinya Ilmu Kimia

0
2,876 views

MAASTRICHT yang dingin menghembuskan kabar duka cita. Meski sudah beberapa hari lalu, persisnya tanggal 20 Desember 2011, namun berita duka ini membuat para guru kimia dan semua murid yang suka kimia pasti tersentuh hatinya.

Adalah Romo Jacobus “Koos” Bruno Peperzak OFM –seorang penulis buku kimia yang selama puluhan tahun karyanya diabadikan sebagai buku pegangan belajar ilmu kimia—yang membuat kisah sedih ini harus diutarakan.  Sandhi Aswan di milis internal Kelompok Bakti Kasih Kemanusiaan (KBKK) melansir berita duka.

Isinya, Romo “Ahlinya Ilmu Kimia” Bruno Peperzak OFM telah meninggal dunia di Maastricht, Negeri Belanda, tanggal 20 Desember lalu.

Beliau meninggal pada usia sangat lanjut yakni 96 tahun.

Kelahiran Indonesia

Saking cintanya pada Indonesia dan ilmu kimia, kita jadi tahu mengapa almarhum Romo Jacobus “Koos” Bruno Peperzak OFM sampai menulis buku kimia dalam bahasa Indonesia. Ternyata almarhum adalah putra “setengah Jawa-Belanda” karena lahir di Solo (Surakarta), Jawa Tengah, tanggal 9 Februari 1915.

Almarhum mengukir karya pastoralnya sebagai imam (pastur) Fransiskan (OFM) di Indonesia selama hampir 75 tahun dan hidup menjalani profesi imamatnya sepanjang 69 tahun.

Awalnya, almarhum masuk Ordo Fransiskan sebagai bruder. Itu terjadi tanggal 7 September 1936 di Hoogcruts di Belanda. Beberapa tahun kemudian, Koos almarhum memutuskan “ganti haluan” dan menjadi calon imam OFM hingga akhirnya menerima Sakramen Imamat melalui  tahbisan imam di Weert –juga di Negeri Belanda—tanggal 15 Maret 1942.

Tahun 1948, Romo Koos Bruno Peperzaak OFM dikirim ke Tanah Jawa menjadi misionaris dan ditempatkan di Jawa Barat.

Selama berkarya bertahun-tahun lamanya di Sukabumi, beliau menyempatkan diri menulis buku pelajaran Ilmu Kimia dan Ilmu Aljabar. Kedua buku paperback menjadi buku pegangan pelajaran kimia dan aljabar bagi para seminaris di Seminari Mertoyudan tahun-tahun 1970-an hingga akhirnya diganti dengan program buku paket terbitan pemerintah.

Tahun 1961, almarhum Romo Peperzaak bertugas di Bogor dan Sukabumi. Dan 10 tahun kemudian –tepatnya tahun 1971—beliau menjabat sebagai asisten uskup untuk Diosis Bogor.

Tahun 1981,beliau memutuskan pulang “mudik” ke Negeri Belanda. Di negeri asalnya, Romo Peperzaak OFM masih aktif menjalani pelayanan pastoral di banyak paroki hingga akhirnya tahun 2008 beliau resmi masuk rumah jompo OFM.

Besok tanggal 27 Desember 2011 akan diadakan layatan untuk almarhum Romo Peperzaak OFM di Valkenburg, Belanda. Tanggal 28 Desember, beliau akan dimakamkan di Maastricht.

Sebuah kesaksian tentang almarhum
Dalam sebuah blog pribadi beralamatkan di http://startfromsprouts.blogspirit.com/about.html, seorang mantan murid almarhum yang menyebut diri “BSet” menulis sebuah testimonial tentang almarhum.

Demikian isi kisahnya: Ada dua kejadian yang secara tidak sengaja mempertemukan saya secara dekat sekali dengan dua unsur penting dalam agama Katolik : pastur dan Gereja. Tentu tanpa melupakan teman-teman Katolik saya yang sudah lama saya kenal baik.

Pertemuan dengan Pater Peperzaak
Kemungkinan besar Anda memakai buku teks Kimia SMA yang ditulis oleh orang ini. Dia orang yang baik, saya dengar honor dari buku itu dia pakai untuk membuat ruang kimia di SMA Mardi Yuana Sukabumi.

Lewat Pater van Dongen yang ketemu waktu tur, saya menemukan alamat Pater Peperzaak yang waktu itu sudah pulang ke Belanda. Kartu pos yang saya kirim dibalasnya dengan undangan untuk datang ke asramanya di Rotterdam. Dia menjemput saya di stasiun kereta. Saya kira, kamarnya merupakan bagian dari gereja saya kira. Di sana bicara panjang lebar mengenai Sukabumi, Mardi Yuana, Indonesia, mengapa dia pulang dari Indonesia dll. Kepada saya, Pater memberi suguhan  minuman botol entah apa namanya, mungkin buatan sendiri.

BSet
(Dikirim ke milis ITB74, 8 September 2002: http://startfromsprouts.blogspirit.com/tag/Peperzak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here