Romo A. Soetanto SJ Tinggalkan RS Sint Carolus ke RS Elisabeth Semarang untuk Perawatan Lanjutan

0
1,067 views
Romo A Soetanto SJ by Yanuari Marwanto Majalah Hidup

ROMO A. Soetanto SJ adalah legenda musik liturgi Tanahair. Dari tangannya lahir banyak komposisi lagu-lagu rohani gerejani.

Tidak hanya itu saja. Juga lahir Ascencio – kelompok koor anak-anak yang dibinanya saat masih menjalani pastoral di Paroki Tanjung Priok, Jakarta, beberapa tahun silam lalu.

Saat ini, Romo A. Soetanto SJ mengampu pastoral di Gereja St. Servatius Paroki Kampung Sawah, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat.

Punya bakat musik istimewa yang membuat Romo A. Soetanto SJ belajar musik di Konservatorium Belanda.

Sepulang dari Nederland belajar musik, ia tetap saja menjadi pastor paroki sembari tetap membina kelompok koor anak-anak Ascencio.

Perawatan lanjutan di RS Sint Elisabeth

Beberapa waktu lalu, Romo A. Soetanto SJ mengalami sakit stroke. Setelah beberapa lamanya dirawat di RS Sint Carolus Jakarta, maka pada hari Rabu tanggal 20 Oktober 2021 -ketika Romo A. Soetanto SJ dalam kondisi lebih baik- maka beliau dikirim ke RS Sint Elisabet Semarang.

Untuk perawatan lanjutan. Juga lebih dekat dengan Wisma Emaus Kolese St. Stanislaus Girisonta – tempat para Yesuit purna karya tinggal dengan satu tugas utama sebagai “Yesuit pensiunan” yakni kerasulan berdoa untuk Serikat Yesus dan Gereja.

Selebihnya istirahat.

Taat buta

Tentu bagi Yesuit mana pun, sangat berat menerima keputusan bahwa ketika badan masih (sedikit) sehat berikut semangat masih membara, lalu “disuruh” beristirahat di Wisma Emaus Girisonta.

Namun, lagi-lagi karena sebagai Yesuit harus total taat kepada Superior, maka apa pun keputusan Provinsial sebagai Pemimpin Tertinggi dalam sisterm gubernasi Provinsi SJ, keputusan harus beristirahat dan selanjutnya tinggal menetap di Wisma Emaus Girisonta tetap harus bisa diterima dengan lapang dada dan jiwa besar.

Layaknya manusia pada umumnya -dan apalagi Yesuit- tentu saja ada pergolakan batin dalam menerima keputusan macam itu. Antara menolak dan menerima –semua ini butuh proses panjang untuk mengolah jatidirinya sebagai Yesuit.

Taat seperti tongkat di tangan orang buta

Kata orang, ketaatan para Yesuit kepada Superior itu ibarat “tongkat di tangan orang buta”. Diajak kemana-mana, ya manut saja kepada si pemilik tongkat.

Kita doakan agar Romo A. Soetanto SJ kembali pulih seperti semula.

Setelah kembali sembuh, maka selanjutnya Romo A. Soetanto SJ akan tinggal menetap di Wisma Emaus Kolese St. Stanislaus Girisonta, Ungaran, Jateng.

Menuju Semarang dan kemudian Girisonta

Berikut ini rekaman video menerangkan suasana di depan RS Sint Carolus di mana sebentar lagi Romo A. Soetanto SJ akan dibawa dengan ambulans menuju RS Sint Elisabeth Semarang.

Kredit video: Istimewa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here