RP Blasius Sukota SCJ: Pahlawan Dikenang Perjuangannya, Pemuda karena Perbuatan

0
379 views
FORUM Pemuda Negara Kesatuan Republik Indonesia yang menjadi peserta pentas seni berpose bersama setelah selesai Acara di Taman Makam Pahlawan Kamis, 10 November 2016. (Bona Yulius Didik)

FORUM Pemuda Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) beranggotakan beberapa organisasi pemuda mengadakan Pagelaran Seni dan Budaya di halaman Taman Makam Pahlawan Palembang,  Kamis malam (10/11/2016).

Acara diisi pertunjukan bakat seni dan budaya  seperti  barongsai dari Kuda Terbang perwakilan Ikatan Pemuda Thionghoa Indonesia (IPTI) Sumsel, penampilan Colours Choir dari Katolik, Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama dan Pemuda Muhammadiyah.  APP Muratara memberi pertunjukan pencak silat, Palang Merah Indonesia (PMI) Sumsel menunjukan pentas seni berupa musikalisasi puisi dan orasi kebangsaan dan terakhir ada pertunjukan dari Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang berupa teater.

Gelora antusiasme kaum muda  terdiri dari 20 organisasi Kepemudaan membuncah ria. Mereka berasal dari beraneka macam agama, suku dan ras mengikuti kegiatan tersebut dengan santai sembari berkenalan antar organisasi kepemudaan, meskipun diguyur hujan yang sangat deras.

Kegiatan ini juga mendapat respon baik dari berbagai pemimpin agama di Sumatera Selatan, khususnya dari Keuskupan Agung Palembang. Pastor Moderator Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Palembang RP Blasius Sukoto  terlibat mengikuti kegiatan pentas seni dan budaya dari awal hingga akhir acara. Hadir juga perwakilan dari kepolisian dan pemimpin umat agama lainnya.

Colours Choir OMK Keuskupan Agung Palembang

Anak Muda Katolik juga mengisi dalam acara tersebut dengan menampilkan paduan suara Colours Choir. Paduan suara ini merupakan salah satu bagian yang dimiliki oleh Keuskupan Agung Palembang yang genap berusia 12 tahun pada 17 Desember 2016 mendatang. Colours Choir membawakan dua buah lagu kebangsaan dan alhasil penampilan mereka menghibur seluruh tamu undangan dan peserta yang hadir.

palembang1
Paduan Suara Colours Choir sedang bernyanyi di acara pentas seni dan budaya dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Kamis, 10/11). Paduan Suara Colours Choir merupakan salah satu paduan suara Keuskupan Agung Palembang. Beberapa kelompok organisasi pemuda lain menyuguhkan pentas seni berbeda.

Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Palembang RP Blasius Sukota mengatakan, pemuda harus berkarya, harus punya karya, harus kreatif. Jika para pahlawan yang dimakamkan di taman makam pahlawan dikenang perjuangannya,  maka pemuda akan dikenang karena peninggalannya atau perbuatannya serta karyanya. “Menulis buku adalah karya, membuat program aplikasi internet adalah karya, melukis adalah karya, membangun bisnis adalah karya. Jika kalian punya karya, kalian akan dikenang, kalian juga pahlawan,“ katanya.

Ketua Pemuda Katolik Komisariat Sumatera Selatan Apriadi Susanto Sinaga mengatakan, ratusan pemuda dari berbagai agama berkumpul di pergelaran seni dan budaya yang diadakan oleh Forum Pemuda NKRI Sumsel. “Ini kegiatan perdana dari kita Forum Pemuda NKRI Sumsel, setelah lama tidak silahturahmi dan saat inilah momen yang terbaik untuk bersilahturahmi,“ katanya.

Ditanya mengenai peringatan Hari Pahlawan, ia mengharapkan, generasi muda berperan aktif dalam mengisi pembangunan dengan kegiatan yang positif dan mampu berprestasi serta memajukan kegiatan yang negatif seperti narkoba, miras, dan pergaulan bebas.

“Anak muda harus mengerti sejarah bangsa. Negara ini bisa seperti ini dan kita semua bisa menghirup udara sebebas-bebasnya, karena perjuangan mereka, para pahlawan. Para pahlawan itu berkorban tenaga, raga bahkan jiwa,” ujar Apriadi.

Ia menjelaskan, peringatan Hari Pahlawan 10 November 1945 merupakan peringatan tahunan untuk memperingati Pertempuran Surabaya.  Ia menuturkan agar anak-anak muda  jangan tercerai berai, jangan bermusuhan tetapi harus bersatu untuk membangun negara.

“Negara kita ini amat luas, suku bangsa amat banyaknya, karenanya persatuan wajib menjadi pangkal kehidupan. Kebhinekaan yang ada harus tunggal ika, beda tapi satu tujuan, beda tapi bersatu, hal tersebut yang harus dipegang teguh seperti apa yang dikatakan Presiden Pertama Republik Indonesia bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya,” tegasnya.

Sekretaris IPTI Sumsel Sonker Chandra  mengatakan memperingati Hari Pahlawan dilakukan dengan mengenang pahlawan melalui berbagai cara. Ia mengajak para pemuda untuk terus berkarya dalam membangun bangsa dan negara sesuai dengan bidangnya masing-masing. “Jika itu dilakukan,  maka kita telah menghargai para pahlawan.  Jadikan hidup ini untuk hal positif,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here