Rumah Betang Dayak, Ikon Baru Kebanggaan Kabupaten Sintang, Kalbar (2)

0
113 views
Bupati Kabupaten Sintang dr. Jarot Winarno disambut tetua masyarakat adat Sintang sebelum melakukan seremoni peresmian Rumah Betang Kabupaten Sintang. (Victor Emanuel)

MERESPON telah beroperasinya Rumah Betang Kabupaten Sintang, maka Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sintang Jeffrary Edward lalu menyampaikan harapan dan ajakannya.

Sejak 2015

Dalam sambutannya, Jeffray menyampaikan fokus perhatiannya sebagai berikut.

Keberadaan Rumah Betang ini merupakan kerinduan masyarakat Dayak Kabupaten Sintang. Dengan selesainya pembangunan Rumah Betang ini yang sejak tahun 2015 lalu sudah sangat dinantikan itu, maka fasilitas publik kedua kini sudah ada di Kota Sintang.

Selama ini, kata dia, kita selalu menggunakan fasilitas umum andalan sebelumnya yakni lingkungan Stadion Baning Sintang.

“Maka tak ada alasan lain, selain kita semua wajib mengucap syukur. Kita sudah lihat, Rumah Betang ini sudah siap digunakan, setelah melewati perjalanan panjang dan proses yang lama. Sekarang ini, kita semua bisa menikmati keindahan Rumah Betang ini,” terang Jeffrary Edward.

Manajemen kelola

Selaku Ketua DAD Kabupaten Sintang, ia sungguh berharap Pemkab Sintang untuk terus memberi komitmennya dalam rangka menyelesaikan kekurangan yang ada.

Pengelola Rumah Betang ini adalah Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sintang. Namun penggunaannya akan banyak oleh masyarakat adat Dayak.

“Kami siap bekerjasama dengan Pemkab Sintang tentang tatacara penggunaan Rumah Betang supaya tertata dengan baik dan tidak ada kesalahpahaman dalam memanfaatkan Rumah Betang.

Karena, yang bisa menggunakan Betang ini tidak hanya masyarakat adat Dayak saja, tetapi semua elemen masyarakat Kabupaten Sintang,” tegas Jeffrary Edward.

“Saya mengajak masyarakat Dayak Kabupaten Sintang untuk mendukung gagasan bagus dari Pemkab Sintang. Mari kita semua menjaga Rumah Betang ini.

Kalau pandemi sudah menurun, kami merencanakan mau melaksanakan Gawai Dayak di Rumah Betang ini untuk pertama kalinya,” demikian harapnya.

Pembangunan dan peningkatan mutu SDM

Menurut Jeffrary Edward, Dewat Adat Dayak Kabupaten Sintang sudah melaksanakan musyawarah DAD-nya di 14 kecamatan. “Kami juga sudah terlibat dalam penanganan korban banjir saat itu,” ungkapnya.

DAD Kabupaten Sintang mendukung Pemkab Sintang dalam rangka upaya mau meningkatkan mutu sumber daya manusia masyarakat adat Dayak di Kabupaten Sintang. Dalam hal ini, kata Jeffray, adalah sumber daya di bidang karya pendidikan dan di birokrasi jajaran Pemkab Sintang.

“Saya mengingatkan agar pembangunan di pelosok dan daerah terpencil agar terus dilakukan. Kami menerima laporan dari masyarakat akan masalah investasi perkebunan kelapa sawit. Saya harap Pemkab Sintang untuk memberikan solusi yang menguntungkan kedua belah pihak” pinta Jeffray Edward.

Seremoni prosesi peresmian dan pemberkatan Rumah Betang Kabupaten Sintang oleh Bupati Kabupaten Sintang dr. Jarot Winarno dan Uskup Keuskupan Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin OFMCap. (Victor Emanuel)

Seremoni simbolis

Penyerahan secara simbolis kunci Rumah Betang dilakukan sebagai berikut:

  • Dari Kabid Penyehatan Lingkungan dan Tata Bangunan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sintang Stephen Saroenandus ST kepada Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M. Med. PH;
  • Selanjutnya diserahkan kepada Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sintang: Dr. Hendrika S.Sos ,M.Si yang nantinya akan menjalani fungsi sebagai pihak pengelola Rumah Betang Kabupaten Sintang.

2,7 ha

Menurut Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan dan Tata Bangunan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sintang, Rumah Betang Kabupaten Sintang ini memiliki luas lahan 2,7 hektar.

Bangunan Rumah Betang ini merupakan jenis bangunan konstruksi beton bertulang. Dua lantai dan luas bangunan 3.024 meter persegi dengan17 bilik.

“Fasilitas pendukung yang ada saat ini adalah WC satu unit, listrik 16. 500 watt, dan air bersih berupa sumur bor satu unit,” terang Stephen Saroenandus.

Rumah Betang ini dibangun dengan pendanaan APBD Kabupaten Sintang empat tahap; mulai tahun 2015, 2017, 2018, dan 2019. Sudah menghabiskan total dana Rp 11,5 milyar.

“Kami juga sudah menyiapkan perencanaan penataan kawasan rumah Betang dengan jumlah dana yang dibutuhkan Rp 7 milyar. Yang nantinya dipergunakan untuk menata halaman dan yang lainnya,” terang Stephen Saroenandus.

Dambaan masyarakat

Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Dra. Yosepa Hasnah M.Si selaku penanggungjawab launching operasional Rumah Betang Kabupaten Sintang menyampaikan informasi sebagai berikut.

Beroperasinya Rumah Betang tersebut sudah lama didambakan oleh masyarakat Suku Dayak Kabupaten Sintang.

“Karena itu, kami ingin berterima kasih kepada jajaran Pemkab Sintang yang sudah membangun Rumah Betang ini. Mulai dari kepemimpinan Bapak Bupati Sintang Milton Crosby sampai dr. H. Jarot Winarno serta DPRD Kabupaten Sintang yang secara konsisten mengakomodir dana pembangunan Rumah Betang ini,” terang Yosepha Hasnah.

Rumah  Betang ini sudah mulai dibangun sejak tahun 2015, namun belum semua fasilitas selesai dibangun, masih ada pekerjaan yang harus dilakukan hingga selesai. Taruhlah itu seperti penataan halaman, pagar dan yang lain untuk diselesaikan.

Oleh sebab itu, pihaknya mengharapkan agar penyelesaian fasilitas pendukung bisa dilakukan dengan menyesuaikan kondisi keuangan Pemkab Sintang.

“Kami mengharapkan, dengan launching operasional Rumah Betang ini, kita semua bisa menggunakan dengan baik untuk kegiatan adat istiadat dan budaya sudah bisa dilaksanakan di sini. Namun, harus tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

Launching ini sudah dinantikan, kami sudah menyiapkan sejak tiga bulan yang lalu dengan membersihkan Betang dan menata halaman.

Terimakasih kepada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sintang yang sudah membangun Rumah Betang ini dan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sintang yang sudah menyiapkan launching ini,” terang Yosepha Hasnah.

Uskup Keuskupan Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin OFMCap memimpin ibadat pemberkatan Rumah Betang Kabupaten Sintang, Kalbar. (Victor Emanuel)
Prosesi pemberkatan Rumah Betang Kabupaten Sintang oleh Uskup Mgr. Samuel Oton Sidin OFMCap. (Victor Emanuel)

Pemberkatan oleh Uskup Mgr. Samuel OFMCap

Setelah selesai acara launching, program acara dilanjutkan pemberkatan Rumah Betang Kab Sintang oleh Uskup Keuskupan Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin OFMCap didampingi Pastor Kepala Paroki Kristus Raja Gereja Katedral Sintang Pastor Florensius Abong Pr.

Hadir pada ibadat pemberkatan Rumah Betang adalah:

  • Vikjen Keuskupan Sintang Pastor Leonardus Miau Pr.
  • Pastor Hemran Yosef Pr.
  • Pastor Yohanes Pranoto Pr.
  • Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Dra. Yosepha Hasnah, . Si.
  • Ketua ISKA Kab Sintang Yustinus S.Pd, M.AP.
  • Ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten Sintang Jeffray Edward SE, M.Si.
  • Perwakilan Organisasi Masyarakat.
  • Kepala Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang.
  • Tokoh masyarakat dan adat.

Uskup Keuskupan Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin OFM.Cap dalam kotbahnya menyampaikan, Rumah Betang Kabupaten Sintang ini sangat kuat dan kokoh.

“Rumah Betang ini boleh kuat, tapi kalau keimanan kita sebagai orang Kristen tidak kuat, maka hal itu jadi tidak ada artinya. Apa artinya Betang yang indah, kokoh dan kuat? Apalah artinya gereja yang indah? Namun, kalau iman tidak kuat, maka kita akan mudah tergusur, karena dasar kehidupan iman kita kepada Yesus Kristus yang tidak kokoh,” terang Uskup Keuskupan Sintang.

“Maka, mari kita saling mendukung dan saling menguatkan. Supaya kita tangguh dalam menghadapi segala sesuatu. Dan akhirnya boleh berjaya bersama Tuhan,” demikian pesan Uskup Keuskupan Sintang. (Selesai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here