Saat Divonis Mati Dokter

0
610 views
Saat Divonis Mati Dokter

Bacaan 1: Yes 38:1-6. 21-22. 7-8
Injil: Mat 12:1-8

SEORANG ahli fisika dan pengusaha sukses di era 50-an, Lester Levenson 42 tahun, mengalami sakit kronis batu ginjal, pembesaran hati, dan banyak penyakit yang lainnya. Kesehatannya terus memburuk.

Dokter yang menanganinya menyerah dan menyuruhnya pulang menunggu ajal menjemputnya.

Namun vonis mati dokter tersebut tak menyurutkan semangat hidupnya. Ia memilih pasrah, melepaskan segala beban pikiran serta menjalani hidup secara normal seolah tak terjadi apa-apa.

Sikap hidup pasrah yang dikenal dengan, “letting go of all any inner limitation“.

Pola hidup ini ternyata membawa dampak positif bagi kesehatannya. Ia mengalami kesembuhan dan mendapatkan “bonus” hidup dari Tuhan selama 40 tahun kemudian baru meninggal.

Berbeda dengan Lester, Raja Hizkia saat divonis mati oleh nubuat Nabi Yesaya juga tidak marah ataupun memberontak kepada Tuhan namun berserah dalam doanya pada Allah.

Hizkia menderita sakit yang tidak tersembuhkan dan kematiannya sudah diambang pintu.

Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN. Ia berkata:

“Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu.”

Dalam doa, ia pun menangis pada Allah.

Tidak ada yang mustahil bagi Allah, demikian yang diimani Raja Hizkia.

Ia percaya jika Tuhan mau pasti sakitnya disembuhkan-Nya, dan doanya dikabulkan-Nya.

Oleh belas kasih Allah, maka Hizkia mendapatkan “bonus” hidup selama 15 tahun lagi serta kerajaannya terbebas dari serangan Kerajaan Asyur.

Tuhan Yesus yang adalah Allah Putera, menunjukkan belas kasih pada para murid-Nya saat mereka lemah karena lapar. Para murid memetik bulir gandum dan memakannya.

Kepada orang Farisi yang menegur-Nya, Tuhan menjelaskan bahwa belas kasih pada sesama lebih penting dari aturan agama. Saat Sabat, memetik gandum dan memakannya adalah sebuah pelanggaran aturan agama.

Aturan agama dibuat pastinya untuk kebaikan umat. Namun jika pemaknaannya disalahgunakan maka malah melenceng dari tujuan awalnya.

“…Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan,…”

Demikian sabda-Nya.

Pesan hari ini

Selalu ada keterlibatan Tuhan dalam kehidupan manusia. Jika kamu percaya kekuatan doa, bahkan kematianmu pun bisa ditunda oleh Tuhan.

Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.

“Saat dirimu memperbaiki relasimu dengan Tuhan, Dia juga akan memulihkan kehidupanmu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here