Saat Kehilangan Milik yang Berharga

0
249 views
Saat kehilangan

Bacaan 1: Flp 3:3-8

Injil: Luk 15:1-10

Setiap orang pasti memiliki sesuatu yang ‘dianggap’ sangat berharga. Bukan melulu sesuatu barang yang harganya mahal namun bisa sesuatu yang bagi orang lain mungkin malah tidak ada harganya.

Terutama dalam diri anak-anak, ketika sesuatu barang yang sangat dicintainya hilang maka ia akan menangis dan mencarinya hingga ketemu.

Secara prinsip iman, situasi semacam itu memang tidak baik. Karena berarti ada keterikatan seseorang dengan duniawi. Namun apa yang dimaksudkan dalam bacaan injil hari ini sepertinya bukan itu penekanannya.

Tuhan Yesus ingin menunjukkan atau mengajarkan tentang sungguh besarnya “Kasih Allah” pada manusia. Karena Allah adalah Kasih (1Yoh 4:8).

Visi yang diemban oleh Tuhan Yesus turun ke dunia adalah membawa kembali manusia (yang tersesat) sebanyak-banyaknya kepada Allah. Dia akan mencari setiap orang yang tersesat karena tipu daya Iblis dan mengajaknya kembali kepada-Nya.        

Ada dua perumpamaan yang dipakai dalam hal ini:

  • Satu domba yang hilang dari seratus yang digembalakan seseorang
  • Satu Dirham yang hilang dari sepuluh yang dimiliki seorang wanita

Dalam kedua kasus itu masing-masing gigih mencari yang hilang, karena mereka begitu mencintai semua yang dimiliki dan tak kan membiarkannya hilang meski hanya satu.

Demikian juga Allah, sejak Dia kehilangan manusia pertama akibat dosa maka tak henti-hentinya Allah terus berupaya mengajak setiap manusia kembali kepada-Nya. Dan jika berhasil maka penuhlah sukacita di surga.

“…Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.”

Sebaliknya bagi Rasul Paulus, dia yang dulu begitu bangga sebagai Farisi, sangat ahli dalam Taurat dan tak ada cacat dalam melaksanakannya. Namun setelah ‘ditangkap’ dan mengenal Kristus, apa yang pernah dibanggakannya malah dianggap tidak ada artinya.

“…Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,”

Demikian katanya.

Pesan hari ini

Setiap orang adalah berdosa namun demikian jangan menjadi orang hilang bagi Tuhan. Sebab Dia tanpa jemu-jemu terus mencari orang berdosa untuk diajak bertobat dan kembali kepada-Nya.

“Hari ini penuh dengan kegembiraan, sumber dari semua kesedihan adalah ilusi bahwa diri ini hanyalah debu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here