Sabda Hidup: Kamis, 22 Desember 2016

0
573 views

Hari Biasa Khusus Adven

warna liturgi Ungu

 

Bacaan

1Sam. 1:24-28; MT 1Sam. 2:1,4-5,6-7,8abcd; Luk. 1:46-56. BcO Yes. 43:1-13

Bacaan Injil: Luk. 1:46-56.

46 Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan, 47 dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, 48 sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, 49 karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. 50 Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. 51 Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; 52 Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; 53 Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; 54 Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, 55 seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.” 56 Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

Renungan:

PERJUMPAAN dengan Elisabet meningkatkan keyakinan Maria terhadap rencana Allah. Ia makin percaya bahwa Allah sedang bekerja. Allah memberikan kemuliaan kepada mereka yang sederhana dan rendah hati. Pada mereka kemuliaan nama-Nya akan diperlihatkan. Perjumpaan dengan Elisabet sungguh menjadi perjumpaan yang menguatkan.

Sering kita pun mengalami kekuatan kita bangkit kala kita berjumpa dengan mereka sahabat atau pun saudara yang ingin kita temui. Seorang anak merasa mendapatkan energi baru ketika bertemu dengan orang tuanya. Seorang perantau mendapatkan semangat lagi setelah mudik ke kampung halamannya.

Perjumpaan umumnya memberikan daya. Menghadirkan energi yang telah lama hilang. Maka mengherankan kala orang takut berjumpa dengan sesamanya, bahkan harus membentengi dengan aneka peraturan. Marilah kita saling berjumpa. Berjumpa dengan tetangga, kenalan, sahabat dan saudara. Perjumpaan itu akan meyakinkan bahwa Allah sungguh hadir dalam kehidupan manusia.

Kontemplasi:

Bayangkan kisah perjumpaan Maria dan Elisabet. Bayangkan dirimu berjumpa dengan seseorang yang ingin kautemui.

Refleksi:

Apa arti perjumpaan bagimu?

Doa:

Tuhan terima kasih atas kesempatan-kesempatan bagiku untuk berjumpa dengan sesamaku. Semoga aku makin merasakan kehadiran-Mu dalam perjumpaan-perjumpaan tersebut. Amin.

Perutusan:

Aku akan membangun kemungkinan untuk berjumpa dengan sesamaku. -nasp-

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here