Sabda Hidup: Sabtu, 14 Mei 2016

0
1,281 views

Pesta St. Matias

warna liturgi Merah

Bacaan

Kis. 1:15-17,20-26; Mzm. 113:1-2,3-4,5-6,7-8; Yoh. 15:9-17. BcO Kis. 5:12-32 atau 1Kor. 1:17-2:5 atau 1Kor. 4:1-16

Bacaan Injil: Yoh. 15:9-17

9 “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. 10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. 11 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. 12 Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. 13 Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. 14 Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. 15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. 16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. 17 Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”

Renungan:

SAYA sering kagum melihat hasil karya orang-orang muda. Mereka mampu menciptakan sesuatu di ambang batas kemampuanku untuk menduga. Seringkali hasil karya mereka bisa dinikmati banyak orang di dunia ini. Tidak sedikit dari mereka yang mampu menggebrak kehidupan lingkungan sekitar mereka. Saat mereka menemukan dunia dan mendapatkan ruang untuk bergerak maka aneka macam kreasi bisa mereka hasilkan.

Tuhan mengatakan pada kita, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu” (Yoh 15:16). Tuhan memilih kita dan kala Ia memilih kita, maka kita pun akan pergi dan berbuah.

Rasanya bukan hanya orang muda yang bisa berkreasi. Banyak orang tua pun bisa menciptakan sesuatu di masa tuanya. Pada dasarnya kita semua ini adalah pilihan Tuhan. Kala kita sadar sebagai pilihan Tuhan kita akan percaya diri untuk melakukan sesuatu dalam hidup kita.

Kontemplasi:

Pejamkan matamu sejenak. Bayangkan Tuhan ada di hadapanmu. Ia mengatakan, “Aku memilih kamu, berbuahlah!”

Refleksi:

Bagaimana menyadari diri sebagai yang terpilih dan bagaimana agar berbuah?

Doa:

Tuhan semoga aku selalu menyadari bahwa Engkau telah memilih aku. Amin.

Perutusan:

Aku percaya bahwa aku adalah pilihan Tuhan. -nasp-

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here