Sabit

0
369 views

“Aku, Yohanes, melihat, sesungguhnya ada awan putih. Di atas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusia dengan sebuah mahkota emas di kepalanya dan sebilah sabit tajam di tangannya.” (Why 14,14)

BEBERAPA waktu yang lalu di medsos sempat heboh tentang gambar palu arit dalam uang pecahan 100 ribu. Gambar itu bikin heboh, karena palu arit adalah gambar yang berkaitan dengan partai terlarang. BI terpaksa menjelaskan bahwa itu bukan gambar palu arit, melainkan unsur pengaman uang yang membentuk ornamen BI. Masyarakat tidak perlu curiga dan berprasangka.

Arit atau sabit adalah alat potong yang sudah dikenal masyarakat sejak lama. Penulis Kitab Suci pun telah mengenalnya. Para petani di desa juga telah lama menggunakannya, entah untuk mencari rumput, memanen padi atau untuk keperluan lain. Alat ini terbuat dari besi, dengan bentuk yang beraneka ragam, selaras dengan kekhasan setiap daerah. Sekalipun berbeda bentuk, sabit mempunyai fungsi yang sama. Para petani biasa membawa dan mempergunakannya, menyimpan dan mengasahnya. Mereka mempunyai beberapa sabit, tanpa ada orang yang mempermasahkannya. Menjadi masalah ketika sabitnya hilang atau tumpul, sehingga pekerjaan harian mereka terganggu dan terhambat.

Memang terasa aneh bahwa orang meributkan sebuah hal yang ‘diduga’ sebagai gambar sabit. Mengapa sabit yang disimpan dan dipergunakan para petani tidak diributkan? Sebagai alat atau benda, sabit adalah sesuatu yang biasa dan netral; tidak ada alasan untuk mencurigai atau berprasangka terhadap besi atau benda mati. Yang sering menimbulkan curiga adalah orang yang mempergunakannya dengan motivasi yang jahat dan tidak baik. Menggunakan sabit untuk mencelakai atau membunuh orang lain merupakan kejahatan. Menggunakan sabit untuk memotong kayu, mencari rumput atau memanen padi adalah hal yang bermanfaat. Apa yang sesungguhnya saya ributkan dari sebuah sabit?

Teman-teman selamat siang dan selamat berkarya. Berkah Dalem.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here