Sakramen Ekaristi dan Iman Kristiani

0
21 views
Ilustrasi: Adorasi 24 jam hormat dan sujud di hadapan Sakramen Mahakudus di Gereja Katedral Malang. (Laurensius Suryono)

HARI ini, kita membaca kesimpulan tentang ajaran Yesus tentang roti hidup. Ada dua reaksi berbeda terhadap pengajaran itu, yakni menolak dan menerima.

Banyak dari murid Yesus yang menolak ajaran-Nya, karena tidak memahaminya. “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya.” (Yohanes 6:60). Mereka menanggapi ajaran itu hanya berdasarkan kebutuhan jasmani (perut kenyang) dan pikiran yang mau memahami. Akibatnya, mereka tidak percaya kepada Yesus.

Yesus menegaskan bahwa rohlah yang memberi hidup dan daging sama sekali tidak berguna (Yohanes 6:63). Tubuh tidak bisa diandalkan dan tanpa bantuan Roh orang sulit percaya kepada Yesus. “Tidak seorang pun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya” (Yohanes 6:65).

Iman akan Yesus, roti hidup itu, anugerah Tuhan. Tanpa iman orang sulit memahami-Nya. “Mulai dari waktu itu banyak murid Yesus yang mengundurkan diri dan tidak lagi mengikuti Dia.” (Yohanes 6:66). Berapa banyak orang Kristen yang meninggalkan Yesus karena merasa kebutuhannya tidak terpenuhi?

Ketika Yesus menantang kedua belas murid-Nya (Yohanes 6:67), Petrus menyatakan imannya. “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal. Kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah” (Yohanes 6:68-69).

Petrus percaya lebih dahulu, baru kemudian mengetahui. Berbeda dari mereka yang menolak Yesus karena tidak memahami ajaran-Nya. Demikian pula sikap yang tepat terhadap sakramen Ekaristi: percaya lebih dulu, dan kemudian mengerti.

Ada tiga sikap orang terhadap sakramen Ekaristi. Pertama, mereka yang sungguh percaya akan Yesus yang hadir di sana. Kedua, mereka yang tidak memiliki sikap tegas (“indifferent”). Ketiga, mereka yang menolak dan tidak mau percaya.

Ketika menyambut komuni kudus, apakah kita sungguh percaya bahwa menerima tubuh Yesus sendiri? Marilah memohon rahmat iman agar kita menjadi percaya dan mengetahui bahwa sakramen Ekaristi itu anugerah surgawi bagi kaum beriman Kristiani.

Sabtu, 20 April 2024
HWDSF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here