Saling Percaya, Pengusaha dan Karyawan Sama-sama Untung dan Bahagia

0
144 views
Percaya (ist)

BAPERAN – BAcaan PERmenungan hariAN.

Sabtu, 16 Oktober 2021.

Tema: Pemurnian.

  • Rm. 4: 13, 16-18.
  • Luk. 12: 8-12.

MANUSIA tercipta dengan segala keinginan. Tak ada seorang pribadi pun yang bebas dari kepentingan, bahkan yang tersembunyi sekalipun, hidden motivation.

Keinginan untuk selalu dekat dan hidup berkenan kepada Allah itulah karya Roh Kudus dalam setiap pribadi. Apa pun agama dan kepercayaannya.

Paulus berkata, “Kebenaran berdasarkan iman yang merupakan kasih karunia berlaku bagi semua keturunan Abraham” ay 16.

Bagi kita, itu berarti membiarkan diri diubah oleh Allah di dalam doa-doa dan tindakan keadilan kita. Tanpa doa, apa pun yang kita lakukan akan menjadi sia-sia dan gampang menyimpang dari motivasi awal yang baik dan suci.

Saya melihat satu keluarga yang begitu bersemangat dalam hidup menggereja. Dari wajah yang selalu disertai senyum terkesan ramah dan “ringan tangan” ikut serta di dalam setiap kegiatan paroki.

“Wouw… terkesan gembira dan sukacita ya,” kataku menyapa.

“Biasa aja Mo. Kami senang dilibatkan dalam pelayanan paroki. Kami sendiri merasa plong bila bisa melakukan sesuatu yang memperlancar pelayanan Gereja. Hanya ini yang dapat kami bisa lakukan Romo,” jawabnya.

“Saya sering melihat kalian aktif di paroki, tak khawatirkah usaha ditinggalkan?”

“Nggak apa-apa, Mo. Kami sudah melatih dan mempercayakan posisi-posisi penting dalam usaha kami dengan orang-orang yang kami percaya. Mereka bekerja dengan baik. Mereka juga baik,” terangnya.

“Apa nggak takut kalau ada yang nakal?”

“Wah Romo, kalau berpikir demikian, mungkin saya tidak bisa menikmati hidup dan tidak belajar percaya kepada Tuhan. Justru saya merasa diubah. Saya rutin mengikuti beberapa kegiatan pendalaman Alkitab dan kebangkitan rohani Katolik di medsos.

Saya tersentuh oleh sebuah pengajaran bahwa persaudaraan dan kepercayaan pada orang lain itu juga ungkapan iman. Allah melindungi menyertai dan membentengi hidup kami.

Saya disadarkan, usaha kami, tempat d imana kami tidak hanya mencari materi, tetapi juga sebagai sarana bagi pegawai untuk menghidupi keluarganya. Itulah yang sering kami sadarkan. Anda bekerja baik dan jujur, keluarga anda akan diridhoi lahir batin. Anak-anak kalian akan tumbuh menjadi anak yang baik, tawakhal.

Di kasir, saya mempekerjakan pegawai yang sudah lama ikut orangtua saya. Ia cukup menguasai pertokoan. Gudang saya serahkan pada keponakan. Sejauh saya lihat, mereka sangat baik. Seolah-olah usaha ini adalah usaha mereka juga.

Pernah selama satu sepekan saya lalukan stok opname. Semua barang-barang yang di cek ada dan jumlahnya tak kurang. Saya bangga. Saya kumpulkan mereka bersama keluarganya dan kami makan bersama. Saya mengatakan tentang bagaimana bekerja yang diridhoi Allah.

Begitu Romo. Jadi kami banyak waktu bagi pelayanan di gereja. Kami mengalami Tuhan memberkati kami lewat doa, pelayanan dan kegiatan sosial di Gereja. Tuhan pula yang menjaga kehidupan kami.

“Pengalaman rohani apa yang menggugah?”

“Hidup kami diubah, Mo. Memang tidak mengalami secara spektakuler seperti mukjizat atau goncangan-goncangan iman yang yang mempesona. Tetapi kami mengalami kedamaian batin dan sukacita. Hiburan batin mewarnai hidup kami sebagai seorang kristiani. Kami berkomitmen terlibat dalam pelayanan sosial Gereja.

Itulah yang membahagiakan kami; menyadarkan kami; meneguhkan kami,” jelas mereka panjang lebar.

“Apakah ada masukkan Mo? Bagaimana kami diperkenankan terus berkiprah dalam Gereja?” tanya mereka.

“Mungkin sementara ini tidak. Tapi saya dengar dari beberapa romo terdahulu, keluargamu dapat menjadi sahabat kami dalam hidup penggembalaan di paroki.

Selain hidup keluarga kalian yang baik dan saling terbuka, kedekatan para romo dengan keluargamu tidak menjadi sebuah perjumpaan yang eksklusif. Sebuah persaudaraan rasuli,” kataku.

Tepatlah yang diyakini Gereja, hanya Roh Kuduslah yang mampu menguatkan, mengubah, membebaskan kita dari segala sesuatu yang memperlawankan kita dari kasih Bapa.

Yesus bersabda, “Janganlah kamu takut. Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan.” ay 12.

Tuhan Sadarkan kami untuk tidak melawan Roh Kudus yang mengobarkan hati kami melawan setiap keraguan iman. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here