Sambut Pariwisata Premium Labuan Bajo, Keuskupan Ruteng Libatkan OMK dalam Pariwisata Holistik

0
358 views
Para OMK Keuskupan Ruteng yang terlibat dalam program pembinaan "Pariwisata Holistik" guna sambut geliat pariwisata super premium di Labuan Bajo. (JPIC Keuskupan Ruteng, Flores)

GELIAT genit pariwisata super premium wilayah Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat di Flores, Provinsi NTT, akhirnya ikut menggugah Keuskupan Ruteng. Yakni, gerak bersama dalam wujud kegiatan mencanangkan Tahun Pariwisata Holistik di tahun 2022 ini.

Salah satu program unggulan lintas komisi yang didesain Puspas Keuskupan Ruteng adalah “live in ekonomi kreatif”.

Program ini tengah berlangsung di rumah pelatihan keuskupan di Leda, Ruteng tanggal 1-3 Mei 2022. Pelatihan gelombang ke-2 ini diikuti oleh 66 peserta dari 11 paroki.

Terlibat di kegiatan pariwisata

Pertanyaannya, mengapa Gereja ikut bergumul di dalam kegiatan dunia pariwisata?

“Karena Gereja ada dan hidup di tengah-tengah dunia untuk menggarami dan meneranginya dengan cahaya kasih Kristus,” demikian Uskup Keuskupan Ruteng Mgr. Siprianus Hormat ungkapkan dasar keterlibatan Gereja.

Oleh sebab itu, kata beliau, program pariwisata holistik bukan sekedar terdorong oleh panggilan tanda-tanda zaman. Lebih dari itu, ini juga digerakkan oleh misi Kristus untuk mewartakan Injil di dalam kehidupan konkret dunia.

Menurut Uskup Sipri, Gereja sangat berkepentingan agar pariwisata super premium itu nantinya akan sungguh benar-benar:

  • Melibatkan dan mensejahterakan masyarakat lokal;
  • Berakar dan bertumbuh di dalam kearifan dan spiritualitas lokal;
  • Merawat dan mengembangkan lingkungan hidup.

Itulah sebabnya, kata beliau, motto Tahun Pariwisata Holistik Keuskupan Ruteng ini mengusung semboyan 3B: “Berpartisipasi, Berbudaya dan Berkelanjutan”.

Keuskupan Ruteng di Flores, NTT, berprakarsa siapkan OMK agar tidak gagap sambut geliat pariwisata super premium yang akan terjadi di kawasan wisata Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores, NTT. (JPIC Keuskupan Ruteng)

Ekonomi Kreatif OMK

Pengembangan pesat pariwisata super premium Labuan Bajo Flores nantinya akan menyedot tenaga kerja massif yang diperkirakan berjumlah puluhan ribu orang.

Menyadari peluang ini, dalam momentum program “live in” OMK dilatih dalam pelbagai aspek seperti kuliner, seni tari tradisional, narasi dan fotografi, pertanian organik, eco enzyme dan kewirausahaan.

“Melalui latihan ekonomi kreatif ini, OMK dibekali pelbagai keterampilan hidup,” demikian Ketua PSE Keuskupan Ruteng: Romo Robert Pelita Pr.

Selain itu, keuskupan juga akan mendayagunakan Balai Latihan Kerja (BLK) yang dimilikinya untuk pelbagai pelatihan ekonomi kreatif bagi orang muda. Program ini dilaksanakan dalam kerjasama jejaring dengan BPO-LBF Pemerintah Pusat, Pemda di Manggarai Raya dan para stake holder lainnya.

“Live in holistik”

Dalam live in tersebut, orang muda tidak hanya dibekali dengan keterampilan (skill), tapi juga dengan pengetahuan (knowledge) dan motivasi (komitmen).

Karena itu dilakukan pula aneka kegiatan holistik seperti misa dan rekoleksi, bincang pastoral pariwisata holistik, outbound biblis, refleksi Laudato Si’ dan gerakan penanaman pohon, serta penyusunan RKTL.

Live in berorientasi untuk menguatkan kebersamaan OMK dan menggerakan mereka untuk terlibat aktif kreatif dalam gegap gempita pariwisata destinasi super prioritas di wilayah Keuskupan Ruteng,” tandas Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Ruteng: Romo Beben Gaguk Pr.

Salah satu dampak pariwisata yang harus sedini mungkin dimitigasi adalah kerusakan lingkungan hidup.

Karena itu, dalam kegiatan ini, Ketua Komisi JPIC Romo Marten Jenarut mengajak OMK mendesain dan melakukan aksi aksi konkret ekologis demi integritas ciptaan.

“Beriman menurut Paus Fransiskus tidak hanya berbuat baik terhadap sesama. Tetapi juga merawat dan mencintai alam semesta ciptaan Tuhan,” ujarnya mantap.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here