Saya Pikir Tuhan Tinggalin Saya

0
290 views
Ilustrasi - Perasaan seakan Tuhan akan tinggalkan saya. (Ist)

Bacaan 1: Bil 12:1 – 13
Injil: Mat 14:22 – 36

IMAN kadang kala mengalami “up and down”.

Saat ada masalah, orang sering merasa ditinggalkan Tuhan. Saat itulah, iman berada di titik paling bawah.

Sebuah keluarga, sebut saja Karenina punya masalah luka batin yang tak pernah ia sadari antara dirinya dengan suami dan anak keduanya.

Anak pertama sekolah di luar negeri.

Karenina wanita karir dan suaminya pengusaha. Tentu mereka sibuk dengan urusan pekerjaannya.

Hubungan dalam keluarga berjalan tidak harmonis.

Suatu ketika, bisnis suaminya tidak bisa lagi diteruskan dan ditutup.

Dan anak keduanya memilih kabur dari rumah karena merasa tidak mendapatkan perhatian dari orangtuanya.

Naluri seorang ibu tak bisa diam dan kepikiran terus anaknya yang kabur.

Sementara, suami memilih membiarkan anaknya kabur.

Karenina merasa berjuang sendirian dan ditinggalkan oleh orang-orang terdekatnya maupun Tuhan.

Karenina harus menghidupi keluarganya dan rasa kalut pun menyelimuti hatinya.

Namun, pandemi ternyata membawa berkah baginya. Karenina harus bekerja dari rumah (working from home) sehingga banyak waktu bertemu dengan suami dan anaknya yang telah pulang setelah sekian bulan kabur.

Awalnya, ia kesulitan berkomunikasi dengan anak dan suami.

Tuhan menuntunnya untuk terlebih dahulu berdamai dengan dirinya sebelum mengampuni suami dan anaknya.

“Sampai satu titik, Tuhan kasih saya kesadaran. Saya pikir Tuhan tinggalin saya. Ternyata Tuhan tuh gak tinggalin saya loh. Tuhan kirim penolong, sebenarnya Dia gak pernah tinggalin saya,” ungkap Karenina.

Suaminya mau dibaptis dan suatu malam anaknya memanggilnya ke kamar. Meminta maaf serta mengampuni orangtuanya yang selama ini ia anggap menyia-nyiakannya.

“Roh Kudus nyadarin saya bahwa sebenarnya yang harus berubah ya saya sendiri,” jelas Karenina.

Tuhan Yesus tidak meninggalkan para murid, saat mereka sedang bergulat dengan angin sakal dan gelombang laut yang mengamuk.

Ia justru datang, meski awalnya dikira hantu oleh para murid.

Dalam suasana kalut, iman tidak mampu lagi mengenali kehadiran Tuhan. Padahal Dia tidak pernah meninggalkanmu.

Kita hanya perlu mengakui ketidakberdayaan seperti Petrus, “Tuhan, tolonglah aku.”

Seperti juga Musa, saat ia meminta pengampunan bagi Harun dan Miryam saudaranya yang memberontak kepadanya.

“Ya Allah, sembuhkanlah kiranya dia.”

Pesan hari ini

Saat iman berada di titik nadir terendah, kadang seseorang tak mampu mengenali kehadiran Tuhan. Padahal Ia mendatangimu dan ada disisimu.

Tuhan tidak pernah meninggalkanmu, kamu hanya perlu memohon, “Tuhan, tolonglah aku.”.

“Anugerah-Ku cukup bagimu. Dalam kelemahanmu, kuasa-Ku menjadi sempurna di dalam engkau. Tetaplah pakai maskermu dan jaga jarakmu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here