Sejak 1990, Universitas Widya Dharma Pontianak Telah Luluskan 15.300 (3)

0
131 views
Gubernur Provinsi Kalbar Sutarmidji bersama Uskup Keuskupan Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus menggunting pita. (Humas Universitas Widya Dharma Pontianak)

SAAT ini, Yayasan Widya Dharma Pontianak memiliki jajaran dosen pengajar sebagai berikut:

  • Seorang dosen dengan jabatan fungsional sebagai guru besar bergelar profesor;
  • Tujuh dosen bergelar doktor.
  • Di akhir tahun 2022, sudah bertambah lima dosen bergelar doktor.
  • Sementara dosen bergelar S2 dari berbagai ilmu kini berjumlah 107 orang.

Yang menarik, jumlah wisudawan sejak 1990 hingga sekarang berjumlah 15.300 lulusan.

Tonggak keempat: Unika Widya Dharma berdiri

Tonggak keempat perkembangan adalah pendirian Universitas Widya Dharma Pontianak.

Wacana menyatukan STIE, STMIK, ABA, dan ASM Widya Dharma menjadi Universitas Widya Dharma Pontianak bermula dari paparan kebijakan dari Dirjen Kelembagaan dan Kerjasama Kemenristekdikti.

Ketua Yayasan Widya Dharma: P. Widjaja Tandra, S.H., M.M. bersama para tamu undangan. (Humas EWDP)

Rapat APTIK di Makassar 2017

Dikatakan oleh Dirjen Patdono Suwignjo, langkah itu perlu dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pengelolaan pendidikan tinggi.

Hal itu disampaikan di dalam Forum Rapat Anggota APTIK di Unika Atma Jaya Makassar, Sulsel, Maret 2017.

Merespons hal itu, Yayasan Widya Dharma Pontianak kemudian membentuk panitia untuk mengkaji kemungkinan penyatuan keempat institusi Perguruan Tinggi Widya Dharma.

Setelah melewati berbagai proses, akhirnya SK Pendirian Universitas Widya Dharma Pontianak terbit akhir tahun 2019.

Dengan status baru itu, maka Perguruan Tinggi Widya Dharma Pontianak akhirnya melangkah mantap untuk kemnudian memasuki tahap baru yang lebih menantang.

Anggota Yayasan Widya Dharma pengampu manajemen Universitas Widya Dharma Pontianak (UWDP) tampak berbincang dan menemani Uskup Keuskupan Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus dan Gubernur Provinsi Kalbar Sutarmidji; sebelum meresmikan Gedung Fransiskus Assisi berlantai 10 di Kampus UWDP.
Cinderamata dari Ketua Yayasan Widya Dharma Polycarpus Widjaja Tandra kepada Uskup Keuskupan Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus. (Humas EWDP)

Cita-cita dan tanggungjawab

Menutup sambutannya, Ketua Yayasan Widya Dharma Polycarpus Widjaja Tandra lalu menyampaikan beberapa pokok gagasan berikut ini.

  • Penyelenggaraan perguruan tinggi yang baik merupakan cita-cita dan tanggungjawab bersama masyarakat.
  • Untuk itu, dibutuhkan perpaduan dan kerjasama antara penyelenggara pendidikan dan orangtua mahasiswa dalam mewujudkan perguruan tinggi yang bermutu.

Sebagai organ pengurus dan pengelola, Yayasan Widya Dharma Pontianak menetapkan langkah-langkah strategis. Yakni, terus berbenahi diri, beradaptasi dengan perubahan, kemajuan, dan menjawab tuntutan zaman dalam proses penyelenggaraan pendidikan tinggi. (Berlanjut)

Baca juga: https://www.sesawi.net/universitas-katolik-widya-dharma-pontianak-merangkai-sejarah-tonggak-penting-2/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here