Sejuta Pesona di Prosesi Perarakan Hosti Sakramen Mahakudus di Ganjuran (6)

0
213 views
Barisan Punakawan cilik ikut ambil bagian dalam prosesi Perarakan Hosti dan Sakramen Mahakudus di Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Paroki Ganjuran, Minggu tanggal 26 Juni 2022. (Yohanes Sukaryanto untuk Sesawi.Net)

LAGI-lagi masih tentang Ganjuran. Memanglah, ketika terjadi kegiatan prosesi Perarakan Hosti Sakramen Mahakudus lalu banyak muncul gambar-gambar menawan.

Karena tak biasa terjadi di keseharian di kompleks Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran. Hanya terjadi sekali dalam setahun saja.

Penulis, alumnus Seminari Menengah Stella Maris Bogor dan mantan Frater Jesuit, ingin berbagi foto-foto pesona keindahan prosesi itu kepada para pembaca Sesawi.Net.

Dan inilah hasilnya.

Kembang Setaman- Petugas Prodiakon menyebarkan racikan Kembang Setaman kepada umat. Kembang Setaman terdiri dari bunga kantil, melati, kenanga, mawar merah, dan mawar putih. Disebarkan saat berlangsung prosesi Perarakan Hosti Sakramen Mahakudus di kompleks Gereja Ganjuran, Minggu 26 Juni 2022. (Yohanes Sukaryanto untuk Sesawi.Net)
Air Perwitasari – Petugas Prodiakon membawa air yang telah diberkati imam, kemudian memercikkan kepada umat. Sumber air ini berasal dari bawah Candi Hati Kudus Tuhan Yesus Gereja Ganjuran. (Yohanes Sukaryanto untuk Sesawi.Net)
Beksan- Sembilan penari perempuan menjemput dan mengantar barisan perarakan pembawa persembahan. (Yohanes Sukaryanto untuk Sesawi.Net)
Pisungsung – Istilah umumnya adalah persembahan. Diwujudkan dalam berbagai rupa seperti gunungan yang “isinya” aneka persembahan terdiri dari bermacam-macam hasil bumi. (Yohanes Sukaryanto untuk Sesawi.Net)
Padi – Para ibu yang mengenakan caping dan kebaya lurik -lengkap dengan kain jarik seperti layaknya petani (kanan atas)- ikut membawa gunungan berisi pari atau padi. Sementara, para frater Kongregasi Imam-imam Hati Kudus Yesus (SCJ) dengan busana jubahnya tak ketinggalan ikut memandu gunungan berisi aneka sayur-mayur dan buah-buahan hasil bumi. (Yohanes Sukaryanto untuk Sesawi.Net)
Anglo dan dupa- Para petugas membawa anglo berisi bara api yang sudah didupai. Aroma harum dupa ini lebih mempermudah untuk konsentrasi berdoa. (Yohanes Sukaryanto untuk Sesawi.Net)
Baju surjan Jawa Yogyakarta – Seluruh imam konselebran mengenakan pakaian busana adat Jawa gaya Yogyakarta. Kain batik kawung dan stola jawung dengan baju surjan warna putih. (Yohanes Sukaryanto untuk Sesawi.Net)
Lektris tak ketinggalan – Kedua ibu petugas pembacaan Kitab Suci juga tak ketinggalan berbusana model Jawa dengan kain jarit dan baju kebaya. (Yohanes Sukaryanto untuk Sesawi.Net)
Simbol Penyaliban – Para misdinar putera altar membawa barang-barang yang sering digunakan dalam peristiwa penyaliban seperti paku salib, palu, mahkota duri dan cemeti (pecut). Semua wujud ini adalah simbol melambangkan drama penyaliban Yesus. (Yohanes Sukaryanto untuk Sesawi.Net)
Lar Merak – Kipas-kipas besar yang dibuat dari bulu-bulu merak ini menjadi simbol kipas yang biasa digunakan untuk mengipasi raja yang duduk di singgasana. Di belakang barisan Kipas Merak, ada barisan pembawa vandel. Ada tiga jenis vandel, yaitu Vandel Hati Kudus Tuhan Yesus, Vandel Liturgi, dan Vandel Wilayah. (Yohanes Sukaryanto untuk Sesawi.Net)
Kirab dan berkat – Hosti Suci Sakramen Mahakudus yang ditahtakan di dalam monstrans diarak dari tempat Perayaan Ekaristi menuju Kapel Adorasi. (Yohanes Sukaryanto untuk Sesawi.Net)
Perayaan Ekaristi Konselebrasi- Sebanyak 28 imam konselebran dari berbagai tarekat religius dan diosesan ambil bagian di dalam acara Pahargyan Ekaristi Prosesi Agung Hati Kudus Tuhan Yesus, di depan Candi Hati Kudus Tuhan Yesus, Ganjuran, DIY, Minggu pagi, 26 Juni 2022. (Yohanes Sukaryanto untuk Sesawi.Net)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here