Selama dan Setelah Pandemi Covid-19: Para Uskup Serukan Habitus Baru

0
667 views
Seruan Ketua Komisi Kepemudaan KWI Mgr. Pius Riana Prapdi agar selalu memakai masker setiap kali melakukan kegiatan di luar rumah. (Komkep KWI)

Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Indonesia (Komkep KWI) bersama dengan Komisi-komisi Kepemudaan seluruh Keuskupan di Indonesia baru saja merilis konten kreatif di media digital.

Ini dalam rangka menyerukan satu habitus baru selama dan setelah krisis pandemi di Indonesia.

Konten kreatif tersebut berupa potret para uskup mengenakan masker sambil membawa tulisan terkait ajakan:

  • #di rumah saja.
  • #sering-seringlah mencuci tangan.
  • #selalu mengenakan masker.

Selalu pakailah masker, jika tengah beraktivitas di luar rumah. Dan seruan ini disampaikan dalam dalam bahasa daerah masing-masing.

Imbauan dari Uskup Keuskupan Amboina Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC yang di tahun 2020 ini juga menjabat Administrator Apostolik Keuskupan Agung Merauke, Papua. (Komkep KWI)

Selain itu, terdapat video kreatif dari ketua, pengurus dan Orang Muda Katolik (OMK) di Komisi Kepemudaan Keuskupan terkait ajakan ketiga hal tersebut.

Konten positif dan kreatif ini diciptakan selain dalam rangka melakukan pembiasaan baru yang juga dimaksudkan untuk mendukung kebijakan Pemerintah Indonesia.

Seruan gaya kekinian ini datang sejumlah Uskup dan lainnya yakni sbb:

  • Mgr. Pius Riana Prapdi (Keuskupan Ketapang).
  • Mgr. AM Sutrisnaatmaka MSF (Keuskupan Palangka Raya).
  • Mgr. Yustinus Harjosusanto MSF (Keuskupan Agung Samarinda).
  • Mgr. John Liku Ada’ (Keuskupan Agung Makassar).
  • Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC (Keuskupan Amboina).
  • Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC (Keuskupan Manado).
  • Mgr. Siprianus Hormat (Keuskupan Ruteng).
  • Mgr. Aloysius Murwito OFM (Keuskupan Agats).
  • Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap (Keuskupan Agung Medan).
  • Mgr. Yohanes Harun Yuwono (Keuskupan Tanjungkarang).
  • Mgr. Christophorus Tri Harsono (Keuskupan Purwokerto).
  • Pastor Hendrikus Kariwop (Keuskupan Agung Merauke),
  • Video kreatif dari OMK Keuskupan Bogor dan OMK Keuskupan Agung Palembang.
  • Konten kreatif yang digerakkan oleh Komisi Kepemudaan Keuskupan lainnya.     
Ki-ka: Mgr. Christophorus Tri Harsono, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, Mgr. Siprianus Hormat, dan Mgr. Aloysius Murwito OFM.

Pemeran utama

Ketua Komisi Kepemudaan KWI Mgr. Pius Riana Prapdi menyatakan hal ini dilakukan dalam rangka mengajak Orang Muda Katolik (OMK) di seluruh Indonesia untuk menjadi pemeran utama. Terutama saat ini hingga selesainya masa pandemi.

Yakni, dengan melakoni habitus baru yang mampu menghidupkan diri dan dunia sekitar.

Habitus atau budaya baru tersebut adalah:

  • Hidup hemat.
  • Hidup sehat.
  • Hidup dengan produktif.
  • Hidup untuk Tuhan dan sesama.
Ki-ka: Mgr. AM Sutrisnaatmaka MSF, Mgr. John Liku Ada’, dan Mgr. Yohanes Harun Yuwono.

Wajib dipraktikkan

Hidup hemat dipraktikkan misalnya dengan tetap setia di rumah dan tetap memperhatikan penggunaan listrik, konsumsi air, pulsa, memilah keinginan dan kebutuhan dalam rangka menghormati bumi sebagai rumah bersama.

Hidup sehat jiwa dan raga dipraktikkan dengan makan secara seimbang, menjaga kebersihan diri salah satunya dengan selalu cuci tangan, berolahraga di rumah, menggunakan masker jika keluar rumah, dan menciptakan waktu berharga di dalam keluarga.

Hidup produktif dipraktikan melalui kegiatan menggulirkan ide kreatif yang menghasilkan sesuatu bagi sesama. Taruhlah itu misalnya dengan berkreasi di dunia teknologi seperti menciptakan aplikasi, membuat konten positif di media sosial, untuk ketahanan pangan turut membudidayakan budaya cocok tanam di rumah dengan memanfaatkan lahan yang dimiliki, sedangkan yang tinggal di kota dapat menerapkan urban farming.

Kemudian, hidup untuk Tuhan dan sesama dilakukan dengan sikap berani berkorban dan berbagi untuk sesama di sekitarnya. Misalnya sikap mau peduli dan menolong yang rentan, serta menghidupkan budaya solidaritas dan gotong royong.  

“Hidup adalah anugerah, panggilan, dan pengutusan. Maka, saya mengajak OMK Indonesia untuk menjadi ‘nabi’ masa kini dengan melihat keprihatinan di sekitarnya, kemudian merenungkan solusi yang tepat, dan beraksi secara bijak,” kata Ketua Komisi Kepemudaan KWI Mgr. Pius Riana Prapdi dari Keuskupan Ketapang, Kalbar.

Hal ini sejalan pula dengan yang diserukan oleh Paus Fransiskus agar kita bersiap menghadapi hal-hal baru setelah krisis pandemi ini, dengan saling bergandengan tangan untuk bersama berkomitmen menjaga bumi.

Harapannya agar dunia ini bisa menjadi tempat kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya. Untuk kemanusiaan dan persaudaraan sejati.   

Dokumen foto-foto masing-masing kegiatan OMK Keuskupan bisa diakses di tautan berikut ini:

https://drive.google.com/drive/folders/1JnrzLVpDdb31BXxebROv9FlLVttNwuul

Berikut ini tayangan video berisi pesan-pesan konten kreatif ini.

Tetap jaga jarak, sering cuci tangan dan pakai masker –Komkep Keuskupan Bogor
Semua harus dimulai dari diri sendiri dulu — Komkep Keuskupan Agung Palembang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here