- Bacaan 1: Keb. 7:22 – 8:1
- Injil: Luk. 17:20-25
“Mencari sensasi rohani” memiliki makna yang berlebihan terhadap pengalaman emosional, tanda-tanda ajaib terhadap bukti kehadiran Tuhan. Seseorang menginginkan sebuah pengalaman luar biasa, getaran ilahi untuk merasakan kehadiran Tuhan dan kadang melebihi misi untuk mengasihi sesama dan ketaatan.
Dalam perikop Lukas 17, menyatakan bahwa Kerajaan Allah sudah hadir. Namun bukan melalui tanda-tanda spektakuler, tapi dalam pribadi Tuhan Yesus Kristus. Dia mengingatkan agar para pengikut-Nya tidak terkecoh dengan hal ini.
“Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.”
Bahwa kehadiran Kerajaan Allah itu tidak bisa dilihat seperti hal-hal duniawi. Tuhan justru meyakinkan bahwa sebenarnya Kerajaan Allah sudah hadir di antara kita, yaitu Tuhan Yesus sendiri dalam karya-karya-Nya. Bahwa Kerajaan Allah sudah bekerja di hati orang-orang percaya. Jadi Kerajaan Allah itu bersifat rohani bukan tentang geografis.
Tuhan Yesus adalah Hikmat Allah yang hidup, Allah yang berinkarnasi (hadir di dunia):
- Berasal dari Allah (nafas kekuatan Allah),
- Bekerja di seluruh ciptaan,
- Pantulan cahaya kekal, dan cermin tak bernoda dari kegiatan Allah, dan gambar kebaikan-Nya.
- Hadir di mana-mana (imanensi) untuk menuntun manusia kepada kebenaran.
“Sebab di dalam dia ada roh yang arif dan kudus, tunggal, majemuk dan halus, mudah bergerak, jernih dan tidak bernoda, terang, tidak dapat dirusak, suka akan yang baik dan tajam, tidak tertahan, murah hati dan sayang akan manusia, tetap, tidak bergoyang dan tanpa kesusahan, mahakuasa dan memelihara semuanya serta menyelami sekalian roh, yang arif, murni dan halus sekalipun.”
Demikian nubuat penulis Kitab Kebijaksanaan.
Pesan hari ini
Untuk merasakan kehadiran-Nya tidak perlu mencari “sensasi rohani” sebab Tuhan sudah hadir dalam hatimu melalui Roh Kudus yang akan menuntunmu kepada Allah Bapa, sebab Ia berasal dari-Nya.
“Jalani hidup indah yang ada di dalam dirimu. Jangan biarkan apapun hilang padamu.”








































