Sesudah Meninggal, Barulah Tahu Kehebatannya

0
95 views
ilustrasi: Sembayang di pusara Romo Mangun yang di tahun 2020 sudah 21 tahun meninggalkan kita.

KETIKA membaca berita duka meninggalnya seorang teman, sebelumnya tak berpikir banyak tentang sosok ini. Namun setelah teman meninggal dunia, barulah terbayang segala kelebihan dan keistimewaannya.

Sebelum ditinggal seseorang, kebanyakan tak dapat melihat, menerima dan mengakui keberadaannya. Mata tak mampu jujur melihat kelebihan karena diliputi banyak pertimbangan.

Salah satunya persepsi.

Wabah covid-19 telah membangun persepsi sosial bahwa wabah ini sangat berbahaya yang mesti dihadapi bersama dengan kerjasama dan tolong menolong.

Persepsi sosial ini mesti digerakkan untuk kebaikan bersama, bukan slogan kekuasaan untuk menarik membangun rezim kekuasaan.

Sebelum menunjuk pada waktu berproses berpikir baik buruknya suatu kejadian. Pikiran ini bisa jadi dikuasai oleh pengalaman, adat istiadat ataupun ilmu pengetahuan. Sebelum menunjuk proses.

Sesudah adalah waktu setelah kejadian. Biasanya memuat kronologis kejadian dilengkapi  evaluasi dan langkah solusi. Oleh karenanya sesudah menjadi kearifan dalam memandang masalah.

Penyebaran covid-19 masih melanda banyak wilayah, seakan usaha penanggulangan wabah ini oleh pemerintah belum berbuah secara optimal.

Nampaknya gerak bersama rakyat dan pemerintah mesti menjadi keharusan untuk menangani wabah ini. Bukan sekedar memberi donasi, tetapi mengusahakan dan menjaga kesehatan pribadi dan keluarga.

Tak kalah penting konsumsi makanan sehat yang terjangkau.

Sesudah merupakan waktu untuk memperbaiki diri. Dengan  berbekal pengalaman dan mawas diri, kita diajak memasuki pintu gerbang masa depan yang masih misteri, penuh keyakinan.

Semoga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here