Silaturahmi dalam Naungan Siti Maryam

1
1,644 views

DI bawah cahaya bintang-bintang di kegelapan malam bersama angin yang ramah nan sejuk, Mgr. Johannes Pujasumarta, Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang didampingi Kiai Budi Harjono, Pengasuh Pondok Pesantren Al Islah Tembalang serta KH Masykur, Takmir Masjid Pabelan Ambarawa dan sejumlah tokoh agama dan masyarakat pun Pengurus FKUB Kabupaten Semarang merajut silaturahmi dan ramah tamah di salah satu kompleks tempat ziarah Goa Maria Kerep Ambarawa (GMKA).

Tepatnya, silaturahmi itu dilaksanakan di Ruang Kaca Taman Maria Assumpta. Acara dibuka dengan memperkenalkan para pengurus Pengelola GMKA oleh RC Yunarto Kristantoro.

Setelah itu Mgr. Johannes membacakan puisi karya Kiai Budi “Kugandeng Tanganmu”.

Uskup Agung Semarang tak hanya membacakan puisi itu, tetapi langsung meraih tangan Kiai Budi dan menggandeng penuh cinta. Suasana hening teduh mengalir saat dua dari empat penari sufi (Sadiq dan Putri) mulai meliuk-liuk dalam alunan lagu Ndherek Dewi Maria yang dilantunkan Romo Aloys Budi Purnomo, Pr dengan baby-saxophone-nya.

Masih dalam iringan lagu yang sama semua hadirin melangkah menuju pelataran tepat di bawah naungan patung Maria Assumpta. Para penari sufi pun terus meliuk kian khusyuk masih dengan lantunan lagu Ndherek Dewi Maria dan disambung dengan lagu Salam Maria karya Romo Aloys Budi yang juga Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang.

Sesudah itu, para hadirin melanjutkan dengan santap malam bersama. Hadir dalam acara ini para Ketua RT/RW, Lurah dan Camat setempat – Haris. Setelah makan malam, para hadirin menikmati tayangan kolaborasi alunan Adzan dan Ave Maria yang dipadukan dengan tarian sufi.

20150810_115741
Tarian sufi di bawah nuangan Siti Maryam di Gua Maria Kerep Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Ist)

Suasana silaturahmi pun kian syahdu dan akrab.

Silaturahmi ini ditandai pula pesan tausiyah oleh Kiai Budi. Dalam tausiyahnya, Kiai Budi mengajak para hadirin untuk menjadikan GMKA tempat penuh berkat dan meretas kebiadaban dan mengganti dengan peradaban cinta yang menyaudara. Peradaban itu adalah kebersamaan dalam keberagaman yang dijaga keindahannya.

Silaturahmi yang merupakan rangkaian persiapan menuju peresmian patung Maria Assumpta yang akan dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus 2015 itu ditutup dengan pembacaan puisi lagi oleh Mgr. Johannes, “Nyanyian Cinta” dan pemotongan tumpeng dengan alunan saxofon lagu Amazing Grace dan tarian sufi.

Semoga damai-sejahtera dan cinta peradaban mengalir dari pelataran Taman Maria Assumpta GMKA menuju segala arah kehidupan seluas dunia sepanjang masa.

Patung Maria Assumpta setingi 23 meter dan penopang 19 meter tersebut merupakan karya seorang pelukis dan pematung Ambarawa R.A. Nugroho Adi P dan merupakan persembahan syukurnya. Patung Maria Assumpta ditampilkan dengan wajah universal yang menjadi naungan siapa pun yang datang mencari keheningan dan keteduhan sebagai anak-anak Tuhan Yang Maha Esa. Patung tersebut akan diresmikan dan diberkati bertepatan dengan HUT ke-61 GMKA yang juga menjadi Hari Raya Maria Diangkat ke Surga.

Direncanakan, delapan Uskup akan hadir dalam upacara peresmian dan pemberkatan patung tersebut, yang akan dipimpin oleh Mgr. Johannes Pujasumarta, Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang.

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶
Sent from my heart of abudhenkpr
“abdi Dalem palawija”
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang

 

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here