SMP Pangudi Luhur Wedi: Jalan Sehat Punguti Sampah di Hari Pelindung

0
660 views
Jalan sehat sembari memunguti sampah di jalanan saat warga SMP PL Wedi merayakan Hari Peringatan Yayasan Pangudi Luhur. (Laurentius Sukamta)

SMP Pangudi Luhur Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mengadakan kegiatan ibadat bersama, jalan sehat, dan hiburan pada Kamis (8/12/2016). Kegiatan ini adakan dalam rangka memperingati Hari Pelindung Yayasan Pangudi Luhur (YPL).

Kepala SMP Pangudi Luhur Wedi Bruder Yustinus Wahyu Bintarto FIC menyampaikan, kegiatan ini diikuti oleh seluruh warga sekolah, baik peserta didik maupun pendidik dan tenaga kependidikan (PTK). Kegiatan berlangsung dari pukul 06.55 sampai pukul 10.00 WIB. “Seluruh warga sekolah wajib datang dan mengikuti kegiatan ini dari awal sampai akhir,” katanya.

Peringatan Hari Pelindung YPL ini diawali dengan ibadat bersama yang dipimpin oleh Suster Agnes PMY. Dalam renungannya, Suster Agnes menyampaikan, tanggal 8 Desember adalah Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung t anpa Noda atau Maria Immaculata.

Santa Perawan Maria adalah Pelindung Utama Kongregasi Bruder Fraters Immaculatae Conceptionis (FIC) atau para Bruder Santa Perawan Maria yang Terkandung yak Bernoda. “Untuk itu, warga sekolah diajak untuk meneladan keutamaan-keutamaan Santa Perawan Maria, seperti percaya pada kehendak Tuhan, setia, rendah hati, dan sebagainya,” katanya.

Ziarah ke leluhur SMP PL Wedi. (Laurentius Sukamta)

Jalan sehat sembari punguti sampah

Usai ibadat bersama dilanjutkan dengan jalan sehat. Jalan sehat bersama ini bertujuan untuk semakin mempererat rasa persaudaraan dan keakraban antara guru dan siswa. Rute jalan sehat ini yaitu dari sekolah ke Lapangan Kalibajing, Dalangan, Klumutan, Garuman, Pegadaian Wedi, Tugu Pasar Wedi, SDN Karang, dan kembali ke sekolah. Jalan sehat ini menempuh jarak sekitar 2,5 km.

Ada yang menarik dalam jalan sehat ini. Selama berjalan, anak-anak diminta untuk memunguti sampah yang mereka temukan di jalan. Sampah tersebut kemudian dimasukkan ke dalam tas plastik yang telah diberikan sekolah. Setiap kelas masing-masing diberi satu tas plastik untuk mewadahi sampah tersebut.

“Kegiatan memungut sampah ini sebagai dukungan sekolah terhadap upaya peduli kebersihan lingkungan. Dengan kegiatan ini anak-anak dilatih untuk tidak sekadar pandai dalam teori, namun juga  dalam praktiknya. Sekolah berharap, sikap peduli terhadap kebersihan lingkungan ini tertanam dalam sikap hidup mereka,” harap bruder.

Sesampai di sekolah, sampah yang telah dikumpulkan dalam tas plastik itu dilombakan. Hasilnya, sampah paling berat diraih Kelas 7B. Sampah paling ringan Kelas 9 B. Sampah paling berfungsi Kelas 8 B. Dan sampah paling “heboh” Kelas 8C.

Untuk menyemarakkan suasana, maka diadakan acara hiburan dan pengundian doorprize. Hiburan berupa penampilan band dari Kelas 7 dan Kelas 9. Sedang hiburan nyanyian dari Kelas 8. Sementara itu, untuk hadiah doorprize, sekolah menyediakan hadiah sabun, pasta gigi, buku, peralatan sekolah, dan sebagainya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here