Stop Korupsi di Keuskupan Malang: Seruan Bergema dalam Pertemuan Tahunan ke- XLII

0
361 views
Pertemuan Tahunan bersama Uskup Keuskupan Malang Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan O.Carm. (Laurentius Suryono)


EHEM! Atau berdehem dalam bahasa Indonesia adalah sebuah kata yang menarik bagi seluruh peserta Pertemuan Tahunan Keuskupan Malang ke XLII tahun 2016.  Bagaimana tidak, kalau hal itu disampaikan sendiri oleh Bapak Uskup Keuskupan Malang Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan O.Carm.

Beliau mengucapkan kata ‘ehem’,  seolah memberi tanda bahwa kita jangan melakukan korupsi dan berperilaku koruptif. Dan sebutan nama itu langsung disambar dengan gelak ketawa.

Gerakan semangat anti korupsi EHEM! ini diperkenalkan dan dibawa ke Indonesia oleh Gerekan EHEM! Di Filipina dan disosialisasikan oleh  Dr. Roni V. Amorado ke Indonesia melalui mitranya di Jakarta yakni Yayasan Bhumiksara. Bersama KWI, Yayasan Bhumiksara kemudian mengadopsi gerakan ini menjadi Gerakan Semangat Anti Korupsi Yayasan Bhumiksara-KWI yang kemudian disosialisasikan ke banyak Keuskupan di Indonesia.

Salah tujuan penting yang hendak disematkan oleh Gerakan Semangat Anti Korupsi Ehem! Yayasan Bhumiksara-KWI ini adalah membangun integritas diri.Semangat anti korupsi itu harus dimulai dari diri sendiri.

Baca juga: 

Kini, sejak bergulir tahun 2012 lalu, Gerakan Semangat Anti Korupsi Ehem Yayasan Bhumiksara-KWI ini sudah menyebarkan ‘semangat anti korupsi’ di kalangan klerus, pejabat Gereja,  tokoh awam katolik dan kaum professional di Keuskupan Palangkaraya, Keuskupan Agung Pontianak, Keuskupan Padang, Keuskupan Malang, Keuskupan Bogor, Keuskupan Manado, KAJ, KAS, dan berbagai kelompok professional awam katolik dan para Suster Fransiskanes Sukabumi (SFS).

Baca juga:  Para Suster Biarawati SFS “Belajar” tentang Korupsi (1)

Stop korupsi

Semboyan semangat inilah yang menjadi  salah satu oleh-oleh Bapak Uskup Keuskupan Malang usai mengikuti hari-hari studi dan Sidang KWI 2016. Menurut beliau, korupsi tidak hanya dalam bentuk materi atau uang tetapi juga bisa dalam bentuk waktu yakni dengan datang terlambat dalam sebuah acara.

Uskup Keuskupan Malang Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan O.Carm memberi paparan tentang menggelorakan semangat anti korupsi sebagai oleh-oleh Sidan KWI 2016. (Laurentius Suryono)
Uskup Keuskupan Malang Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan O.Carm memberi paparan tentang menggelorakan semangat anti korupsi sebagai oleh-oleh Sidan KWI 2016. (Laurentius Suryono)

Mgr. Pidyarto menekankan pentingnya budaya malu berperilaku koruptif. Selanjutnya Keuskupan Malang juga akan membentuk Komisi Keuangan yang memang sampai saat ini belum ada.

Oleh-oleh kedua adalah  pesan Natal Bersama PGI dan KWI Tahun 2016, “Hari ini telah lahir bagimu Juru Selamat yaitu Kristus Tuhan di kota Daud”. Lalu juga seruang KWI untuk berpartisipasi dalam PILKADA Serentak 2017. KWI mengimbau agar umat katolik Indonesian jangan bersikap golput, melainkan sebaiknya menggunakan hak pilihnya untuk menentukan calon pemimpin daerah yang layak dipilih karena terpercaya

Pertemuan tahunan ini dihadiri oleh para romo fungsionaris KM, perwakilan tarekat hidup bakti: imam,  biarawan-biarawati; wakil umat paroki, orka, dan komisi-komisi. Pertemua ini  berlangsung di Aula STFT Widya Sasana Malang mulai dari Senin-Kamis tanggal 21- 24 November 2014. Pertemua untuk kaum awam baru terjadi mulai  Selasa sore.

Pertemuan Tahunan ini diawalai dengan perayaan ekaristi bersama Selebran Utama Mgr. Henricus, Vikjen KM Romo Eko, dan Romo Suwadji O.Carm dari Regio Timur.

Doa pembukaan pertemuan tahunan ini dilakukan oleh Pastor Matheus “Michael” Agung Christiputro O.Carm, Pastor Kepala Paroki Gembala Baik di Batu.

Pada pertemuan hari Selasa sore kemarin, Monsinyur juga menyampaikan visi dan misinya.

Dari jadwal yang disampaikan oleh panitia dapat diketahui bahasan lain. Yakni,  Evaluasi Pelaksanaan Tahun Yubileum Kerahiman 2016, dan Tindak lanjut yang konkret yang dapat dilaksanakan di paroki-paroki.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here