Suka Kristus Tetapi Tidak Suka Orang Kristen

0
1,855 views
Mahatma Gandhi berjuang tanpa kekerasan. (Ist)

Puncta 15.03.23
Rabu Prapaskah III
Matius 5:17-19

SUATU kali Stanley E Jones pernah bertemu dengan Mahatma Gandhi.

Stanley pernah bertanya kepada Gandhi, “Anda sering mengutip kata-kata Kristus dalam Injil, bahkan anda berjuang demi kemerdekaan dan keadilan dengan ajaran-Nya yakni berjuang tanpa kekerasan, mengapa anda kelihatan sekali menolak dengan keras menjadi pengikut-Nya?”

Gandhi menjawab, “Saya tidak pernah menolak Kristus. Saya suka Kristus anda. Tetapi saya tidak suka orang Kristen anda. Seandainya orang Kristen benar-benar hidup menurut ajaran Kristus seperti yang ditemukan dalam Alkitab, seluruh India sudah menjadi Kristen hari ini.”

Orang Kristen semestinya melaksanakan ajaran Kristus. Namun pada kenyataannya, masih banyak orang Kristen yang hidupnya jauh dari warta Injil.

Inilah kekosongan yang mestinya dipenuhi atau diisi dengan sikap dan teladan hidup yang baik.

Gandhi melihat ada jurang sangat dalam antara pesan Injil yang baik dengan praktek hidup sehari-hari dalam diri orang Kristen.

Orang Kristen seharusnya menjembatani jurang itu sehingga pesan Injil dapat terwujud sebagai kenyataan hidup.

Demikianlah yang terjadi pada zaman Yesus.

Hukum Taurat sebagai pedoman hidup Bangsa Israel berisi sabda Tuhan. Hukum Taurat itu sempurna sebagai hukum Tuhan.

Taurat diwahyukan sebagai tuntunan hidup bangsa Israel. Tetapi perilaku mereka khususnya para pemimpin dan ahli-ahli kitab justru jauh melenceng dari Taurat.

Maka Yesus datang bukan untuk meniadakan Hukum Taurat, tetapi Dia datang untuk menggenapinya. Dia melaksanakan atau menjalankan pesan yang ada di dalam Hukum Taurat.

Apa yang diajarkan itu digenapi dengan tindakan nyata yang pada intinya adalah Kasih. Itulah ajaran Kristus.

Hukum Taurat dan kitab para nabi dapat diringkas dalam satu hukum yaitu Hukum Kasih. Yesus mengajarkan sekaligus mewujudkan apa yang diajarkan.

Kaum Farisi dan ahli-ahli kitab hanya mengajarkan tetapi tidak melaksanakan. Maka Yesus datang untuk menggenapi Hukum Taurat.

Seandainya orang-orang Kristen pada zaman Gandhi hidup menurut Injil, pasti Gandhi dan seluruh India menjadi Kristen. Tetapi sangat disayangkan bahwa orang-orang Kristen tidak hidup menurut pesan Injil, bahkan jauh melenceng dari nilai-nilai kekristenan.

Gandhi menyukai ajaran Kristus, tetapi dia tidak mau menjadi Kristen karena ada jurang antara pesan Injil orang Kristen dengan sikap dan perilaku mereka sendiri.

Pesan Yesus dalam Injil ini jelas, “Siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Allah.”

Marilah kita menjadi pelaksana sabda, bukan hanya pendengar sabda. Mari kita wujudkan pesan kasih yang diajarkan Yesus kepada semua orang, bukan hanya dalam kata-kata belaka, tetapi dalam tindakan nyata.

Naik sepeda pergi ke kota Pasuruhan,
Mampir beli rawon di tepi Surabaya.
Mari kita wujudkan pesan kasih Tuhan,
Dengan tindakan yang nyata bagi sesama.

Cawas, wujudkan kasih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here