Suster PMY Buka Kampus Asrama Sekolah Helen Keller Indonesia di Sedayu, DIY (1)

0
1,189 views
Pemberkatan dan peresmian Kampus II Asrama dan Sekolah Helen Keller Indonesia, Komunitas Baru, dan Kantor Kongregasi Suster PMY di Sedayu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (Dok. PMY)

INI acara “Tilik Omah Anyar” yang digelar oleh Kongregasi Suster Puteri Maria Yoseph (PMY).

Tanggal 17 Januari 2022, hari Senin pukul 09.00 WIB, dilakukan upacara pemberkatan dan seremoni penting yang menandai diresmikannya:

  • Kompleks SLB/G-AB dan Asrama Helen Keller Indonesia di
  • Sedayu, Argosari, Sedayu, Bantul, DI Yogyakarta. Juga diresmikannya Komunitas Kongregasi Suster PMY yang baru.
  • Lalu, dibukanya Kantor Generalat Kongregasi PMY yang baru di Sedayu, DIY.

Sebetulnya pemberkatan sekaligus peresmian sudah direncanakan pada tahun ajaran baru bulan Juli 2022 nanti. Karena ingin sekaligus merayakan HUT Kongregasi PMY ke 202.

Namun karena bangunan terlanjut sudah jadi, tidak baik kalau tidak langsung dihuni, maka dilakukan jalan tengah. Dengan mulai pemberkatan agar para suster nyaman untuk tinggal.

Jika pada waktu tahun ajaran baru dan situasi sudah aman dari pandemi, maka peresmian akan dilakukan. Itulah rencana awalnya.

Upacara pemberkatan dipimpin oleh Vikep Yogyakarta Bagian Barat Keuskupan Agung Semarang, Romo AR Yudono Suwondo Pr.

Dengan dua imam lain menjadi konselebran:

  • Romo Antonius Hadi Cahyono Pr.
  • Romo Heri Krismawanto Pr dari Gereja St. Theresia Paroki Sedayu.

Yang boleh menghadiri sangat terbatas, 30 orang saja. Yaitu, para pejabat dari kelurahan dan kecamatan setempat, perwakilan umat, dan sebagian kecil para Suster PMY.

Misa pemberkatan dan peresmian komunitas baru, kampus baru Asrama Sekolah Helen Keller Indonesia, dan Kantor Generalat Kongregasi Suster PMY di Sedayu, Kabupaten Bantul, DIY. (Dok. PMY)

Kampus II: Asrama SLB/G-AB Helen Keller Indonesia di Sedayu

SLB/G-AB Helen Keller Indonesia di Sedayu ini merupakan pengembangan dari sekolah sama yang sudah lebih dahulu ada di Wirobrajan di belahan barat Kota Yogyakarta.

Sudah pasti, daya kapasitas sekolah di Wirobrajan ini sudah tidak bisa menampung bertambahnya murid.

Maka, solusinya sebagai berikut:

  • Kampus I Wirobrajan akan dikhususkan untuk anak umur  4–8 tahun: Kelas I – III.
  • Kampus II Sedayu untuk murid-murid berumur 9 tahun ke atas (Kelas IV ke atas) sampai umur 17-18 tahun.
  • Kemudian Asrama Sedayu juga akan dihuni oleh anak-anak yang menjalani masa transisi tiga tahun setelah tamat dari sekolah dengan umur mereka sekitar 17-18 sd. 20-21 tahun.  

Masa transisi

Masa transisi itu dimaksudkan agar para murid bisa hidup mandiri di lingkungan keluarganya, setelah lepas dari sekolah.

Para murid transisi ini  akan mendapat pelatihan ketrampilan untuk bekal berkarya sesuai bakat dan minat.

Dengan harapan setelah lulus, mereka dapat berkarya dan menghidupi diri sendiri.

Cacat ganda dan harapan pasca pendidikan

Harapan terbesar di antara para suster adalah sebagai berikut.

Anak-anak dengan kecacatan ganda yang sudah belajar di SLB/G-AB Helen Keller ini nantinya mampu membuktikan pada keluarga dan orang sekitarnya. Yakni, mereka kini sudah dapat mandiri.

Mengapa harapan ini perlu disuarakan?

Hal ini disebabkan adanya keprihatinan dari para Suster, bahwa anak dengan kebutuhan khusus sering kali justru dianggap “warga kelas dua” di dalam keluarganya sendiri.

Para keluarga dari penyandang disabilitas lebih mementingkan anak-anaknya yang normal untuk kuliah.

Padahal, semestinya anak-anak disabilitas itu juga harus diperlakukan sama. Atau bahkan, mereka seharus bisa mendapatkan perhatian lebih demi kemandirian anak.

Anak yang disabilitas dianggap tidak dapat menghasilkan “rezeki” dan selamanya sering dipersepsi sebagai beban. (Berlanjut)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here