Tahbisan Diakon Fr. Hironimus Edison SMM di Malang

0
194 views
Tahbisan Diakon Fr. Hironimus Edison SMM di Malang.

“SEORANG yang ditahbiskan menjadi diakon punya tugas utama untuk melayani; bukan dilayani. Seorang diakon mendapat tugas melayani Yesus Kristus dalam diri Gereja-Nya yang kudus pertama-tama  menjadi pelayan firman Allah.

Nanti, setelah ditahbiskan, akan menjadi pewarta firman yang resmi; memberi penjelasan kepada umat apa arti bacaan-bacaan yang diwartakan.”

“Melayani altar, menyiapkan persembahan mendampingi imam atau uskup, membagi komuni kepada orang sakit. Tetapi juga dapat membaptis orang dalam situasi yang normal maupun darurat.

Ia juga dapat menjadi pelayan sakramen pernikahan. Tidak kalah pentingnya seorang Diakon dipenuhi Roh Kudus untuk melayani orang miskin dan orang kecil.”

Demikian sebagian homili Bapak Uskup Keuskupan Malang Mgr. Henricus Pidyarto O.Carm dalam Misa Tahbisan Diakon Fr. Hironimus Edison SMM di Kapel Seminari Tinggi Montfortan Pondok Kebijaksanaan Malang, Kamis 15 April 2021.

Dalam tahbisan ini, Bapak Uskup Malang didampingi oleh Pembantu Ketua I STFT Widya Sasana Malang Romo Yustinus dan Provinsial SMM Indonesia Romo Antonius Tensi SMM.

Suasana prosesi tahbisan diakonat TFr. Hironimus Edison SMM di Malang. (Ist)

Hanya satu

Fr. Diakon Hironimus Edison SMM merupakan putera kesembilan dari sembilan bersaudara atau anak bungsu pasutri Bapak Johanes dan Ny. Teresa dari Paroki Santo Kristoforus, Keuskupan Ruteng, Flores, NTT.

Ia mengikrarkan kaul pertama dalam Serikat Montfortan pada tanggal 13 Mei 2013, ketika berada dalam formasi Postulat-Novisiat SMM di Ruteng.

Pengikraran kaul kekal dalam Serikat Maria Montfortan (SMM) diucapkan pada 15 Agustus 2020.

Pendidikan jenjang S1 dan S2 ditempuhnya di STFT Widya Sasana Malang.

Upacara tahbisan kali ini hanya dihadiri oleh sejumlah imam SMM yang sangat terbatas beserta para frater SMM yang juga melayani koor.

Tidak tampak umat dari lingkungan sekitar biara seperti biasanya, dan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Mengapa hanya satu orang yang ditahbiskan Diakon kali ini dapat diketahui jawabnya dari sambutan Romo Yustinus CM.

“Angkatan mereka tahun 2013 dalam STFT angkatan yang paling sedikit, tidak banyak yang masuk pada saat itu mungkin ada krisis panggilan baik pada Ordo Karmel, SVD, CM, dan SMM. Ketika S-2 juga hanya 8 frater, dan yang diizinkan untuk menerima Tahbisan Diakon hanya satu.”

Masa Diakonat

Frater Diakon Hironimus Edison SMM 2017 2018 pernah menjalankan masa pastoral di Paroki Santa Maria Ratu Rosari Keuskupan Sintang.

Ia kemudian ditugaskan menjalani Masa Diakonatnya di Paroki Monterado, Keuskupan Agung Pontianak, Kalimantan Barat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here