Tak Biasa, Suster SMFA Tinggal Bersama di Rumah Umat dan Mendoakan Orang Sakit (2)

0
678 views
Aksi Prormosi Panggilan di Paroki Keluarga Kudus Kota Baru, Pontianak, Minggu 22 April 2018.

INI memang tidak biasa bagi semua suster biarawati di mana pun, yakni tinggal bersama di rumah umat. Namun di Hari Minggu Panggilan Sedunia ke-55 tanggal 22 April lalu, bersama puluhan religius (imam, frater, suster dan bruder dari berbagai Ordo dan Kongregasi) di Keuskupan Agung Pontianak (KAP), kami para suster SMFA (Suster Misi Fransiskan Santo Antonius) ikut dalam program outreach berupa live in bersama umat dan tinggal bersama mereka selama beberapa hari.

Dan inilah kisah singkatnya.

Suasana di Gereja Paroki Keluarga Kudus Kota Baru, Keuskupan Agung Pontianak, siang itu agak berbeda dari hari–hari biasa. Itu karena pada hari itu, paroki ini didatangi oleh puluhan frater, bruder, dan suster dari semua Ordo dan Kongregasi Religius yang berkarya di KAP.

Bersama keluarga lokal di mana kami berada dan dialog dengan OMK.

Jumlahnya tidak tanggung-tanggung:  60-an orang. Mereka ini akan memeriahkan program Aksi Promosi Panggilan di paroki yang memiliki 26 Lingkungan dan terbagi  dalam 5 Wilayah.

Saat kami datang di lokasi, semua partisipan disambut dengan tarian dan diberi untaian bunga yang dihias sangat indah.  Setelah dilakukan pengarahan umum, kami diajak makan siang di pastoran.

Keluar dari Zona Nyaman, 60 Religius Beramai-ramai Tinggalkan Biara (1)

Barulah kemudian, masing-masing peserta live in ini disebar ke rumah-rumah umat yang telah ditentukan dan bersedia menerima kedatangan kami untuk boleh tinggal selama beberapa hari di rumah mereka.

Enam suster SMFA

Dari Kongregasi SMFA, ada enam orang suster biarawati mengikuti program outreach live in ini. Yakni, Sr. Sesilia SMFA, Sr. Rufini SMFA,  Sr. Mariana SMFA, Sr. Domisia SMFA, Sr. Yuni SMFA, dan penulis.

Para suster memberi kesaksian hidup membiara kepada umat Paroki Keluarga Kudus Kota Baru Pontianak.

Meski sudah berumur, namun semangat ikut ambyuk dalam iramah hidup keseharian umat di Paroki Hati Kudus Kota Baru di Pontianak tetap berkobar. Ini demi memeriahkan prakarsa lokal. Bersama Pastor John Wahyudi OFMCap, Frater Elverest CSE, Sr. Marsiana PRR, dan Sr. Cecilia KFS, penulis mendapat lokasi live in di Lingkungan Santa Elisabeth, Parit Demang, kawasan hunian paling selatan di Kota Pontianak.

Bersama kolega religius dari tarekat lain dan para ‘suster’ cilik.

Pada hari Jumat malam tangga 20 April lalu, kami berlima di Lingkungan St. Elizabeth diajak kumpul oleh umat setempat dan terutama oleh OMK. Pertemuan informal berakhir dengan makan malam bareng.

Menghibur dan mendoakan orang sakit.

Kunjungan dan mendoakan

Hari berikutnya, Sabtu (21/4) pagi usai pengarahan singkat di Pastoran, kami diajak mengunjungi umat yang tengah terbaring sakit, menengok sejumlah bapak-ibu sepuh yang sekarang sudah tidak bisa aktif lagi karena terbatasnya kemampuan tubuh untuk mobilitas. Kami hadir di sana dan mendoakan mereka dengan sesekali berbincang dengan kaum sepuh ini.

Di tempat kami live ini, ada pasutri sepuh yang sudah hilang daya penglihatan matanya dengan anak juga dalam kondisi difabel. Kami berada di sana bersama  Sr. Cecilia KFS, Fr. El CSE, dan Sr. Marsiana PRR.

Mengunjungi orang tua dan mendoakan mereka bersama para frater dan suster tarekat lain.

Pada hari Minggu malam (22/4) berlangsunglah acara talkshow di halaman gereja di mana sudah berdiri sejumlah sten setiap tarekat. Sten SMFA dikawal oleh  Sr. Trivina SMFA, Sr. Rufini SMFA, sejumlah suster novis dan postulan SMFA. Juga tak boleh ketinggalan disebut: para ‘suster’ SMFA cilik.

Acara puncak Hari Minggu Panggilan ke-55 di Gereja Keluarga Kudus Paroki Kota Baru, Pontianak,  berakhir dengan Perayaan Ekaristi bersama tujuh imam konselebran. Kemudian acara dilanjutkan dengan pentas seni dari para peserta masing–masing kongregasi.

Berikutnya adalah santap bersama dengan umat.

Sten Kongregasi Suster SMFA.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here