Takut Keduluan

0
233 views

“Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Sesudah aku akan datang seorang yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.” (Yoh 1,30)

BEBERAPA waktu yang lalu, Presiden menegaskan pentingnya mengembangkan 10 destinasi wisata baru seperti Pulau Dewata, yakni: Mandalika, Labuhan Bajo, Pulau Morotai, Tanjung Kelayang, Danau Toba, Wakatobi, Gunung Bromo, Candi Borobudur, Pantai Tanjung Lesung dan Kepulauan Seribu. Di tempat-tempat tersebut agar segera dibangun restoran, pasar cendera mata dan kawasan parkir. “Kalau tidak, nanti kita akan keduluan pedagang kaki lima yang bertebaran dimana-mana”, kata beliau.

Pemerintah tidak boleh keduluan pedagang kaki lima. Pesan yang hampir sama diberikan Walikota Bandung kepada Camat dan Lurah agar mereka tidak keduluan para wartawan dalam mengupdate informasi terbaru di wilayahnya, agar berbagai permasalahan cepat tertangani. Pemerintah takut keduluan; walikota juga takut keduluan; Camat dan Lurah tidak boleh keduluan.

Takut keduluan sering dialami oleh banyak orang, lembaga, organisasi, partai, atau kelompok lainnya. Kakak takut keduluan adiknya dalam soal pernikahan; pencari kerja cepat-cepat memasukkan lamaran, karena takut keduluan orang lain; perusahaan cepat mengeluarkan produk barunya, karena takut keduluan perusahaan lain; sebuah partai cepat-cepat mengusung seorang calon terbaik, sebelum diusung partai lain; banyak orang mau antre sejak dini hari, karena takut keduluan orang lain.

Takut keduluan sering membuat orang menjadi gugup dan tergesa-gesa dalam memutuskan dan mengambil sikap. Dengan berbagai cara, mereka berusaha mendahului orang lain; bahkan banyak orang mencari jalan pintas yang lebih cepat. Takut keduluan dan keinginan untuk mendahului tumbuh subur dalam dunia yang diwarnai oleh persaingan dalam banyak hal. Dalam dunia persaingan, orang melihat orang lain lebih sebagai lawan, musuh, penghalang, seteru yang harus disisihkan dan dikalahkan.

Dalam dunia seperti ini, kesaksian Yohanes sungguh inspiratif. Yohanes lahir terlebih dahulu dan mempersiapkan jalan bagi Yesus. Yohanes memperkenalkan murid-muridnya kepada-Nya sebagai Anak Domba Allah dan membiarkan mereka mengikuti Yesus. Yesus makin besar, makin dikenal dan diikuti oleh banyak orang. Namun Yohanes tidak merasa tersaingi. Bahkan Yohanes mengatakan bahwa Dia memang telah ada terlebih dahulu sebelum Yohanes. Yohanes sadar bahwa dirinya harus semakin kecil dan Dia harus semakin besar.

Dalam peristiwa dan pengalaman apa, saya pernah didahului atau mendahului orang lain? Perasaan dan reaksi macam apa yang muncul dan bagaimana saya mengolahnya? Berkah Dalem.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here