Tanah Macam yang Mana Kamu?

0
231 views
Cinta tanahair dan Gereja diwujudkan oleh Kelompok Bapak Katolik (KBK) dan Pembinaan Mental Kodam XII/Merdeka. (Dok. Bintal Kodam XII/Mdk)

Bacaan 1: Ibr 10:11 – 18
Injil: Mrk 4:1 – 20

TAHUN lalu saya diminta membantu teman dalam proyek meningkatkan jumlah produksi padi di suatu Kabupaten di Kalimantan Selatan. Target yang ingin dicapai adalah panenan meningkat 5-6 kali lipat.

Kami harus memastikan bahwa lahan yang akan digunakan sebagai produksi padi mampu mendukung (bagus), disamping pasokan air yang terjamin disegala waktu.

Langkah selanjutnya adalah penyediaan benih unggul yang mampu memberi efek panen berlipat dari saat ini. Maka kami membangun sebuah pabrik benih padi unggul di daerah tersebut.

Segala cara sudah ditempuh termasuk ketersediaan benih padi unggul dan siap berproses. Maka tinggal kesiapan lahan yang akan ditanami dan seberapa kuat lahan menahan gangguan seperti pasokan air, kemungkinan adanya banjir atau kemarau.

Perumpamaan tentang seorang penabur benih hari ini sungguh menarik.

Tuhan mengumpamakan sabda yang disampaikan kepada umat sebagai benih yang ditabur. Layaknya benih ditabur, ada empat jenis lahan yang akan menerima benih tersebut, lahan: di pinggir jalan, berbatu, semak belukar dan tanah yang subur.

Tentu saja dari empat jenis tersebut hanya tanah yang subur saja akan memiliki hasil produksi bagus.

“Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat.”

Demikian sabda-Nya.

Rasul Paulus masih mengisahkan bagaimana Tuhan Yesus Kristus menyempurnakan hidup umat-Nya lewat pengorbanan Diri-Nya di kayu salib.

Kepada jemaat Ibrani, ia menjelaskan bahwa pengorbanan Kristus itu telah menebus dosa umat-Nya sekali untuk selamanya.

seperti upacara kurban dari para imam Yahudi yang harus dilakukan berkali-kali, namun tidak juga membuat bangsa Yahudi bebas dari dosa.

Pengampunan-Nya sudah final dan Tuhan tidak akan lagi mengingat dosa-dosa umat-Nya. Tinggal apakah umat-Nya mau menjaga kesempurnaannya itu atau merusaknya lagi.

Pesan hari ini

Tuhan telah menyempurnakan kita sebagai lahan yang baik lewat kematian-Nya di kayu salib. Namun, apakah saya tetap akan menjadi lahan yang subur bagi Tuhan sehingga bisa memberi buah yang melimpah bagi-Nya?

Atau menjadi lahan rusak dan tidak berguna?

“Small change can make a big difference. Tetaplah pakai maskermu dan jaga jarakmu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here