Tanda

0
206 views
Ilustrasi - Hadirlah agar rasa cemas lenyap by Romo Mudji Sutrisno SJ

Renungan Harian
Senin, 19 Juli 2021
Bacaan I: Kel. 14: 5-18
Injil: Mat. 12: 38-42

DALAM pertemuan Komisi Kitab Suci Nasional yang membahas bahan Bulan Kitab Suci Nasional, pada saat sesi tanya jawab ada dua pertanyaan menarik bagi saya.

Satu orang bertanya: “Apakah pandemi virus covid 19 ini merupakan tanda akhir zaman?”

Sedang seorang lain bertanya: “Apakah virus Covid-19 ini berasal dari Tuhan atau dari manusia?”

Pada saat itu mendengar pertanyaan itu, saya merasa ini pertanyaan lucu. Dan apakah penting ditanyakan pada saat pertemuan itu.
 
Ketika saya menimbang-nimbang kedua pertanyaan itu, saya merasakan mungkin kedua saudara yang bertanya mewakili sekian banyak orang yang mempunyai pertanyaan yang sama.

Memang mungkin benar dan tidak penting, juga tidak nyambung pada saat itu. Tetapi itu pertanyaan itu mewakili kegundahan banyak orang.

Banyak orang, dalam situasi sekarang ini, sungguh-sungguh merasakan penderitaan yang cukup dalam.

Orang berdukacita, karena kehilangan orang-orang yang dicintainya.

Orang cemas dan khawatir, karena dirinya atau anggota keluarganya sedang sakit terpapar Covid-19.

Orang resah dan gundah karena tidak bisa mencari penghidupan. Dalam situasi seperti itu orang bertanya untuk mendapatkan penjelasan yang menentramkan dan orang mencari tanda yang membuat dirinya tahu dan yakin.
 
Kiranya tidak ada seorang pun dapat memberikan jawaban dan tanda. Dan kiranya juga tidak perlu sibuk bertanya dan mencari jawab. Sibuk bertanya dan mencari tanda pasti tidak akan mengubah situasi menjadi lebih baik. Sibuk mencari tanda hanya akan menghantar pada penolakan atas situasi ini terus menerus.
 
Dengan kita menerima situasi dan kenyataan yang ada, maka tanda itu akan ditemukan dengan sendirinya.

Tanda itu adalah harapan.

Harapan menjadi tanda yang pasti dan jelas bahwa situasi ini tidak menjadi akhir bagi diriku, meski aku harus mengalami begitu banyak kesulitan dan penderitaan.

Harapan menjadikan aku tetap ada dan berani untuk berjuang. Karena dalam harapan aku menemukan Tuhan yang selalu hadir dan terlibat dalam hidupku.
 
Sabda Tuhan hari ini sejauh diwartakan dalam Injil Matius, Yesus mengkritik  ahli Taurat dan orang Farisi yang meminta tanda bahwa Yesus sungguh-sungguh datang dari Allah, padahal mereka selalu melihat dan mengalami kuasa Yesus.

Penolakan dan ketertutupan diri menjadikan mereka tidak dapat melihat dan merasakan tanda-tanda yang sudah ada. “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda Nabi Yunus.”
 
Bagaimana dengan aku?

Adakah aku dapat melihat dan mengalami tanda-tanda kehadiran Allah dalam hidupku?
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here