Tangan Higienis, Saat Misa di Gereja (3)

0
92 views
cuci tangan ist

B. Durasi Cuci Tangan

SUPAYA tangan kita benar-benar bersih dari sumber penularan penyakit, maka harus diperhatikan durasi saat cuci tangan.

Jika mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, maka durasinya selama 40-60 detik. 

Hal ini terbukti secara ilmiah mematikan jumlah mikro-organisme penyebab penyakit termasuk virus dengan efektif.

Dengan menggunakan hand sanitizer yang berbasis alkohol, diperlukan waktu 20-30 detik untuk memperoleh hasil yang sama.

Untuk mempermudah mencapai durasi efektif itu, WHO menganjurkan kita untuk bersenandung dalam hati lagu Happy Birthday to You sebanyak dua kali yang kira kira berdurasi 30 detik. 12,15

Lagu Happy Birthday To You untuk menjadi panduan mencapai durasi yang efektif itu bisa kita ganti.

Dengan berhitung pada tiap tiap langkah TEPUNG SELACI PUTPUTPUT yang sudah dipaparkan sebelumnya.

Jika kita menggunakan sabun dan air, maka tiap langkah itu kita lakukan selama 8 hitungan sudah termasuk jika ada dua sisi.

Kalau menggunakan hand sanitizer, maka tiap langkah kita berhitung empat hitungan, semua dengan kecepatan normal.

Karena pentingnya cuci tangan ini, diharapkan tiap gereja yang menyelenggarakan kegiatan ibadah atau misa di gereja, menyediakan sarana cuci tangan ini sebelum memasuki ruang gereja.

Sedapat mungkin wastafelnya dengan air mengalir dan sabun cair.

Jika memungkinkan disediakan lebih dari satu agar umat tidak antri dan berkerumun.

Gambar 12: Tempat cuci tangan dengan pedal kontrol keluarnya air dan gambar petunjuk langkah langkah cuci tangan. (Paroki Santo Paulus, Keusku
Gambar 13: Beberapa tempat cuci tangan dengan berjarak satu sama lain.

Kalau ada, mesin pengering listrik

Setelah mencuci tangan, lalu dapat dikeringkan dengan tisu bersih sekali pakai. Atau jika memungkinkan, bisa disediakan alat pengering tangan otomatis bertenaga listrik.

Setelah tangan bersih dan umat masuk ke dalam gereja, usahakan untuk meminimalkan menyentuh buku-buku dan kursi dan benda benda yang bersifat umum yang dipakai bersama.

Salah satu upaya untuk meminimalkan pemakaian buku, lembaran doa yang bisa menjadi media penularan.

Maka bisa dipikirkan menggunakan sarana audio visual di layar monitor yang mencantumkan bahan bacaan tersebut.

Kalau pun menyentuh benda tersebut, maka selalu ingat untuk membersihkan tangan kita dengan hand sanitizer dengan durasi dan langkah yang benar.

Langkah Langkah cuci tangan dapat dilihat pada video di tautan ini:

Umat Katolik, termasuk imam yang memimpin Ekaristi, kini menggunakan cairan hand sanitizer ketika akan menerima komuni.

Hal yang krusial diperhatikan yaitu memilih hand sanitizer yang food grade.

Kriteria itu mensyaratkan bahwa cairan yang kita gunakan selain efektif membunuh kuman; juga relatif aman bagi tubuh, ketika benda yang akan dikonsumsi tersentuh olehnya. 

Yang tidak masuk kriteria food grade dapat bersifat racun bagi tubuh. Dan dalam jangka waktu tertentu bisa menimbulkan kesakitan.

Kita tahu bahwa umat katolik menyantap hosti kudus pada Ekaristi yang dirayakan tiap hari, maka pilihan penggunaan hand sanitizer yang aman sangat diperlukan.

Kandungan berupa ethanol mungkin bisa dikategorikan bahan yang bersifat food grade dan membunuh kuman.

Saat menggunakan hand sanitizer pun harus dibiasakan untuk menunggu sampai cairan tersebut benar-benar kering untuk memberi waktu membunuh kuman dan mencegah kontaminasinya.

Lalu minimalkan menyentuh benda benda yang bisa mengkontaminasi tangan kita yang sudah bersih seperti lembar masker, meja dan bangku.

Pastikan tangan anda bersih saat menyentuh wajah dan saat menggosok mata.

Semua yang dibahas diartikel ini tampak seperti hal biasa yang sudah kita ketahui.

Bamun benarkah kita mengerti, menghayati dan sudah melakukannya dengan konstan?

Karena kita diberi hikmat dan akal -sehingga semua itu harus kita gunakan untuk mengikuti kaidah kaidah ilmu kesehatan. menuntun kita hidup sehat, sambil tetap berdoa mohon perlindungan-Nya dari keterpaparan. 

Tidak boleh kita semata mengandalkanNya untuk tidak terpapar Covid-19 tanpa ikhtiar yang maksimal dan benar karena seolah kita mencobai-Nya.

Ora et labora.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here