Teguh Berpendirian Seperti Jenderal LB Moerdani

0
400 views
enderal TNI Benny Moerdani (Ist)

LEONARDUS Benjamin Moerdani atau yang lebih akrab disapa LB Moerdani adalah salah satu tokoh Katolik Republik Indonesia yang menitih karir di dunia militer. Beliau memulai karir militernya pada usia remaja, yaitu 13 tahun.

Di umur yang masih belia ini, Benny Moerdani tergabung, berperang, dan berjuang sebagai anggota Tentara Pelajar.

Menjalankan misi pertamanya ini, nyawa Benny Moerdani nyaris melayang. Tentu saja, nyawa sudah menjadi taruhannya, apabila kita mulai bermain-main dengan senapan.

Leonardus Benjamin Moerdani lahir pada 2 Oktober 1932, di Cepu, Jawa Tengah. Beliau adalah anak ketiga dari total sepuluh bersaudara, yakni Sandy, Harry, Benny, Sri Noerna, Anima, Biedati, Julia, Haroen Moerjanto, Moedjono, dan si bungsu Bambang Moersito.

Lahir dari pasangan suami istri Raden Gerardus Moerdani dan Jeanne Roech, perempuan berdarah Jerman.

Ayah Benny Moerdani bekerja di perusahaan kereta api milik Hindia Belanda, Nederland Indische Spoorweg Maatschappij.

Ibunya, Jeanne Roech, bekerja sebagai guru taman kanak-kanak. Ketika ibu Benny menikah dengan Moerdani, ayah Benny, Moerdani sudah memiliki tiga anak laki-laki.

Ayahnya non Katolik, sedangkan ibunya beragama Katolik. Terlahir dari keluarga yang berbeda agama, Benny dan saudara-saudaranya mengikuti agama ibunya yaitu Katolik.

Wajah dingin

Jenderal TNI LB Moerdani, tokoh militer Indonesia yang terkenal dengan raut wajahnya yang dingin dan jarang tersenyum, menikahi gadis impiannya, Hartini, yang merupakan mantan pramugari kepresidenan tanggal 12 Desember 1964.

Beliau menikahi Hartini saat menjabat prajurit Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD).

Pasangan suami istri yang baru menikah ini menikmati bulan madu pernikahan dengan berkeliling Pulau Jawa. Bersama Hartini, Benny dikaruniai anak perempuan semata wayang, Irene Ria Moerdani.

Seperti orang tuanya, Benny dan istrinya menikah beda agama. Benny dengan agama Katolik dan Hartini non Katolik. Meskipun menjalani pernikahan beda agama, pernikahan dan rumah tangga mereka tetap berjalan mulus.

Benny Moerdani tidak pernah memaksakan agama kepada anak dan istrinya.

Saat Benny menjalani tugas militernya di Korea Selatan, Hartini dan anaknya, Ria, mulai belajar agama Katolik dan akan dibaptis. Hartini memilih nama Theresia dan Ria mendapat nama Irene.

Karya dan pemikiran tokoh

LB Moerdani menjadi pemeran utama atas lahirnya Timor Timur. Dengan Operasi Seroja, beliau membantu menuntaskan masalah yang terjadi dengan mengirimkan bantuan berupa tentara dan persenjataan.

Operasi Saroja adalah penyerangan atau invasi ke Provinsi Timor Timur saat militer Indonesia menyerbu Timor Timur dengan menggunakan antikolonialisme sebagai alasan.

Operasi ini menyebabkan terjadinya banyak korban jiwa. Hari pertama operasi ini, telah menewaskan 35 prajurit. Juga banyak prajurit dan warga setempat yang meninggal akibat kekerasan dan kelaparan.

Walaupun beliau tidak pernah dengan gamblang mengekspresikan agamanya, Benny tetap bangga menyandang agama Katolik. Pemikiran Leonardus Benny Moerdani yang membuat banyak orang tersanjung, ketika Fikri Jufri bertanya kepada Benny.

Dalam wawancara itu mempertanyakan kenapa Benny Moerdani tidak pindah  saja agar bisa dipilih sebagai Presiden Republik Indonesia.

Jawaban Benny membuat banyak orang tercengang, “Meninggalkan keyakinan saya hanya untuk mendapat suatu jabatan? Never!”.

Benny Moerdani memang tipikal orang yang tidak ingin mencampuri urusan publik dengan kehidupan pribadi, apalagi kehidupan agamanya.

Teladan tokoh

Negara ini memerlukan seorang pemimpin yang memiliki kepribadian tegas, berdedikasi, dan disiplin. Bila pemimpin dan jajaran pemerintahannya disiplin, tentu masyarakat akan melakukan hal yang sama. Apalagi dalam kondisi pandemi seperti ini.

Disiplin dalam hal mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak, dan menaati protokol kesehatan harus dilaksanakan. Sikap berdedikasi untuk membasmi virus yang sedang marak ini juga diperlukan agar masa pandemi bisa segera berakhir dan masyarakat mampu menjalani aktivitas dengan normal kembali.

Dalam menghadapi berbagai situasi, terutama situasi yang sedang dihadapi negara saat ini, pemikiran berorientasi kedepan dan kepercayaan (iman) yang kuat juga diperlukan.

Semua sikap ini dimiliki oleh Leonardus Benjamin Moerdani. Beliau juga memiliki keyakinan yang kuat akan agama yang dianutnya yaitu Katolik. Beliau tidak ingin mengganti agamanya hanya untuk apa pun. Bahkan demi jabatan presiden sekalipun.

Zaman sekarang

Berbeda dengan kebanyakan pejabat zaman sekarang. Mereka sampai rela membayar banyak uang demi kedudukan yang menjanjikan. Tuhan memang tidak bisa ditukar dengan apa pun.

Memiliki iman yang kuat akan Kristus juga perlu kita teladani dan kita praktekkan dalam kehidupan kita, terlebih saat dimasa pandemi seperti sekarang ini.

Kita harus yakin dan percaya bahwa Allah punya rencana yang hebat dibalik pandemi ini dan tetap selalu yakin bahwa pandemi ini akan segera berakhir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here