Tempat Tinggal Tuhan

0
165 views
Jokowi bawa payung di tengah hujan ke Sumba Tengah (Agus Suparto)

HARI itu, Presiden Jokowi meresmikan satu bendungan di dekat desaku. Dalam perjalanan kembali dari lokasi bendungan ke tempat helikopter, beliau dan rombongan lewat di depan rumah.

Entah malaikat mana yang melintas dalam benak beliau, tiba-tiba beliau memutuskan mampir ke rumahku. Karuan saja aku klabakan.

Bukan hanya bingung menyambut beliau, melainkan juga menghadapi paspampres yang siaga di depan pintu belakang rumah. Ada yang masuk ke dapur dan lebih dulu di ruang tamu.

Aku amat bahagia. Itu membuat iri para tetangga. Pertemuanku itu terasa amat singkat. Waktu beliau beranjak hendak pergi, aku merengek supaya beliau tinggal lebih lama. Bahkan jabatan tangan tak segera kulepaskan.

Akhirnya, paspampres terpaksa memegang tanganku. Mereka memisahkanku dari orang nomor satu di negeriku. Waktu itu, aku terbangun dari tidurku.

Mengharap presiden tinggal di rumahku adalah mimpi. Tetapi, merindukan Tuhan tinggal di dalam diri bisa terpenuhi. Mengapa?

Tuhan bersabda, “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.” (Yoh 14: 23).

Tuhan bisa hadir dalam diri siapa pun yang melakukan perintah-Nya. Isi perintah-Nya adalah mengasihi Dia (lihat Yoh 14: 21). Kasih kepada-Nya dinyatakan dalam kasih kepada sesama (lihat Mat 25:40 dan 1 Yoh 4: 20).

Alangkah bahagianya bertemu seorang presiden! Lebih berbahagia lagi, bila beliau berkenan mampir di rumah. Demikian pun bila Tuhan berkenan hadir di dalam diri. Betapa bahagia menjadi tempat tinggal Tuhan. Namun, tanpa mengasihi itu hanyalah mimpi.

Senin, 16 Mei 2022

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here