Temu Katekis Paroki Kleco Solo

0
390 views
Temu katekis Paroki Kleco Solo bersama narasumber Cay Haryono. (FX Juli Pramono)

INI gagasan sederhana tentang bagaimana bisa menjadi seorang katekis kreatif.

“Katekis sebagai garda depan pewarta Gereja, perlu mewartakan secara kontekstual sesuai waktu dan generasi saat ini,” demikian kata pembuka Yohanes Yudi Hartono.

Saat ini, ia menjadi Ketua Bidang Pewartaan dan Evangelisasi Gereja Santo Paulus Paroki Kleco Solo. Ia sampaikan pesan tersebut pada acara “Temu Katekis Pewarta Berahmat, Kreatif dan Kontekstual”.

Poster berisi pengumuman seri acara Temu Katekis bersama narasumber Cay Haryono di Ruang Berthier Paroki Kleco, Solo. (Ist)

Mendalami tugas katekis

Acara yang diikuti 44 katekis menghadirkan Cay Haryanto, katekis awam Keuskupan Agung Semarang (KAS) pada Minggu, 17 Desember 2023 di Ruang Berthier. Selain jadi katekis awam, Cay merupakan aktivis Gereja. Saat ini, ia menjadi Wakil Ketua Bidang Bina Iman Bidang Pewartaan Evangelisasi Persekutuan Doa Karismatik Keuskupan Agung Semarang, pelatih lektor, pembimbing retret, motivator dan pembawa acara.

Tujuan diadakannya acara “Temu Katekis” adalah untuk mendalami tugas katekis sebagai pewarta Gereja. Karena fungsi katekis antara lain adalah mengemban tugas mendampingi katekese inisiasi, pendamping Formatio Iman Berjenjang dan Berkelanjutan (FIBB), serta pemandu lingkungan dalam kegiatan sarasehan APP, Adven, Bulan Kitab Suci maupun Bulan Katekese Liturgi.

Katekis tidak cukup hanya menguasi materi katekese, namun diharapkan memiliki kemampuan untuk menyajikan materi katekese secara kreatif, kontekstual dan menyampaikan dengan sukacita.

Para peserta kegiatan Temu Katekis di Paroki Kleco, Solo. (FX Juli Pramana)

Bukan mewartakan persepsi pribadi

Nara sumber pada acara temu katekis mengingatkan bahwa tugas katekis terkait dengan:

  • Hidup pribadi katekis.
  • Persiapan pewarta.
  • Penyampaian pewartaan.
  • Performance pewarta.

Hidup pribadi seorang katekis atau pewarta dipanggil untuk mewartakan kabar suka cita Injil. Pewarta selain beriman secara penuh juga menjadi teladan hidup. Pewarta bertanggungjawab pada Allah, dan Gereja atas apa yang diwartakan sehingga bukan mewartakan persepsi pribadi tetapi sesuai dengan Kitab Suci dan pengajaran Gereja (magisterium).

Menjadi seorang pewarta harus juga punya kemampuan vokal yang mendukung. (FX Juli Pramana)

Membangun perubahan

“Pewarta tidak hanya berperan mewartakan isi pewartaan. Namun juga berperan menjalin interaksi dan membangun perubahan dalam katekesenya,” demikian Cay Haryanto.

Persiapan pewarta dalam melaksanakan tugas pewartaan hendaknya mempersiapkan diri dengan persiapan secara pribadi dengan baik. Faktor teknis pun harus dipersiapkan. Dia ntaranya kesiapan mental, materi, teknik vokal, metode, peralatan dan pengenalan audiens, dan situasi yang melingkupi.

Tidak monoton, datar dan membosankan

“Menjadi pewarta harus memiliki teknik bicara yang indah agar tidak terkesan monoton, datar dan membosankan saat memberikan pewartaan. Pewarta perlu belajar teknik pernapasan yang akan mendukung pewartaan sehingga mampu menghasilkan suara yang indah, intonasi jelas dan menarik. Di sinilah kita perlu berlatih public speaking,” kata Cay Haryanto

Pada acara temu katekis nara sumber mengajak para katekis untuk mempersiapkam materi katekese secara sederhana, menekankan pada syering iman akan kebaikan Allah.

Pewarta silabus atau pewarta kreatif

Pada akhir acara nara sumber memberikan refleksi pilihan bagi katekis dalam melaksanakan tugas pewartaan. Pilihan tersebut adalah pilihan untuk menjadi pewarta silabus atau memilih menjadi pewarta inspiratif dan kreatif.

Pewarta silabus merupakan pewarta yang amat patuh pada kurikulum atau silabus dan merasa berdosa apabila tidak bisa mentransfer isi buku pewartaan yang ditugaskan secara persis sama.

Pewarta yang inspiratif dan kreatif merupakan pewarta yang mengajak umat untuk berpikir secara kreatif dan mengajak umat melihat sesuatu dari luar, mengubahnya di dalam diri (hati) lalu membawa keluar ke masyarakat luas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here