Ternyata, Tuhan Pun Juga Suka Batu Akik

0
188 views
Ilustrasi --berbagai jenis batu-batu permata by Gems Rock Auctions.

INDONESIA adalah negara kepulauan yang terbentuk karena proses tektonik sehingga terbentuk pulau pulau dan gunung-gunung berapi.

Tiga lempeng

Indonesia mengalami tiga proses tumbukan tektonik yang disebut lempeng, yaitu:

  1. Lempeng Indo-Australia (Selatan).
  2. Lempeng Eurasia (Barat).
  3. Lempeng Pasifik (Timur).

Maka Indonesia sering sekali dilanda gempa dan tumbukan itu menyebabkan terbentuknya serta meletusnya gunung–gunung berapi di Indonesia termasuk menyebabkan terjadinya tsunami.

Tiga lempeng di Indonesia karena dampak terjadi benturan tektonik.

Sebagai seorang geologist, saya sangat akrab dengan segala jenis batuan yang ada di bumi ini. Sudah sejak kuliah, saya juga hobi mengumpulkan segala jenis batuan dan mineral yang aneh–aneh setiap saya temui di lapangan.

Maka sebagai seorang geologist, dulu saya juga sering dipanggil “tukang batu (akik)”.

Pengalaman gaib

Ada pengalaman aneh gaib juga saya temui, saat menemukan batu jenis gemstone dari keluarga silica (chalsedony) yang telah terubah warna putih dengan taburan kilap warna-warni.

Setiap malam saya diganggu dalam mimpi sosok yang katanya dari batu itu dan minta dipulangkan lagi ke tempat di mana saya menemukan. Dan akhirnya, saya kembalikan lagi.

Batuan yang menjadi hiasan di cincin, sering disebut sebagai batu akik atau batu permata atau juga batu mulia.

Ada beberapa jenis yang berkembang di awam seperti:

  1. Batu mulia (precious stones) adalah semua jenis batuan –termasuk mineral– yang dimuliakan, baik karena nilai, harga, maupun keindahannya. Yang termasuk batu mulia ini antara lain intan, emas, perak dan batu permata lainnya (gemstones).
  2. Batu hias seperti onyx, marmer, granit dan sebagainya (ornamental stones).
  3. Batu atau mineral koleksi seperti suiseki serta berbagai jenis mineral dan batuan lain.

Sementara batu permata sendiri dibedakan atas dua jenis batuan berbeda, yakni:

  1. Batu permata mulia (precious gemstones);
  2. Batu permata setengah mulia (semi precious gemstones).

Istilah batu aji mungkin bisa disamakan dengan batu mulia, karena batu aji mengandung makna batu berharga atau mungkin juga batu bertuah.

Dalam bahasa Jawa, aji atau pengaji artinya berharga, sedangkan aji atau aji-aji berarti azimat atau sakti.

Jadi, pengertian batu akik atau batu aji yang kita kenal sehari-hari sebagai orang awam dan bukan sebagai ahli batu permata hanyalah batu mulia yang termasuk sebagai batu permata.

Naik pamornya

Batu akik, sejauh yang saya tahu baru populer, saat Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono di tahun 2010 disebut-sebut memberikan sebuah batu berwarna hijau kepada Presiden Amerika Serikat Barack Obama sebagai cinderamata.

Ada yang mengatakan itu batu giok. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa itu batu bacan asal Maluku.

Bagi saya tidak begitu penting apa itu. Namun peristiwa itu menjadi awal permulaan di mana batu akik mulai naik pamornya. Dan hal itulah yang penting mau saya cermati.

Dulu sekali, batu akik dipandang sebelah mata. Namun sejak itu, harganya mulai meroket dari “hanya” ratusan ribu hingga bahkan ada yang miliaran rupiah.

Batu Akik ada di Kitab Suci?

Bagi para pembaca Kitab Suci yang telah tuntas atau khatam, maka pasti akan menemukan bahwa batu akik atau batu permata ini juga sering disebut-sebut dalam Kitab Suci.

Perjanjian Lama juga menyebutkan kekayaan raja–raja Israel. Dan yang sering disebut punya banyak batu permata adalah Raja Salomo. Ia konon memiliki kekayaan meliputi emas dan batu permata lainnya.

Dalam Perjanjian Baru tertulis kisah di mana banyak digunakan hiasan batu permata pada Bait Suci (Lukas 21:5): Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus:..) dan sampai terakhir di Kitab Wahyu di mana Kota “Yerusalem Baru” di mana dasar temboknya dihiasi dengan “Dua Belas Macam Batu Permata”.

Secara guyon, saya sering berpikir. Ternyata Allah ini juga penggemar “batu akik” atau “batu permata”.

Salah satunya yang akan saya bahas dan pakai sebagai contoh adalah Kitab Wahyu yang kita imani sebagai Kitab yang ditulis oleh St. Yohanes Penginjil, ketika beliau diberikan penglihatan dan dibawa naik ke surga oleh Malaikat untuk menuliskan pengalamannya itu.

Kitab Wahyu sendiri adalah Kitab Penghiburan kepada ketujuh jemaat di Asia (kini wilayah sekitar Turki) dan ditulis dengan menggunakan sastra Apokaliptik sehingga banyak simbol-simbol di dalamnya.

Dalam Kitab Wahyu dengan gamblang diceritakan oleh Yohanes bagaimana Allah membangun Yerusalem Baru ini dasarnya dihiasi dengan batu permata berikut nama-namanya.

Kita tidak akan membahas biblis dari Kitab Wahyu, namun akan membahas batu akik yang tertulis di situ.

Mari kita lihat teks yang terdapat di Kitab Wahyu Bab 21:1–19, sebagai berikut:

Jenis aneka batu-batuan berharga by ist

Yerusalem yang baru

21:9 Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: “Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba.”

21:10 Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari surga, dari Allah.

21:11 Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal.

21:12 Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel.

21:13 Di sebelah timur terdapat tiga pintu gerbang dan di sebelah utara tiga pintu gerbang dan di sebelah selatan tiga pintu gerbang dan di sebelah barat tiga pintu gerbang.

21:14 Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu.

21:15 Dan ia, yang berkata-kata dengan aku, mempunyai suatu tongkat pengukur dari emas untuk mengukur kota itu serta pintu-pintu gerbangnya dan temboknya.

21:16 Kota itu bentuknya empat persegi, panjangnya sama dengan lebarnya. Dan ia mengukur kota itu dengan tongkat itu: dua belas ribu stadia; panjangnya dan lebarnya dan tingginya sama.

21:17 Lalu ia mengukur temboknya: seratus empat puluh empat hasta, menurut ukuran manusia, yang adalah juga ukuran malaikat.

21:18 Tembok itu terbuat dari permata yaspis; dan kota itu sendiri dari emas tulen, bagaikan kaca murni.

21:19 Dan dasar-dasar tembok kota itu dihiasi dengan segala jenis permata.

  1. Dasar yang pertama batu yaspis,
  2. Dasar yang kedua batu nilam,
  3. Dasar yang ketiga batu mirah,
  4. Dasar yang keempat batu zamrud,
  5. Dasar yang kelima batu unam,
  6. Dasar yang keenam batu sardis,
  7. Dasar yang ketujuh batu ratna cempaka,
  8. Yang kedelapan batu beril,
  9. Yang kesembilan batu krisolit,
  10. Yang kesepuluh batu krisopras,
  11. Yang kesebelas batu lazuardi
  12. Dan yang kedua belas batu kecubung.

Bagi yang paham dengan batu akik dan batu permata, maka akan tahu bagaimana keindahan batuan–batuan tersebut.

Selain itu, tentu juga paham betapa berharganya atau mahalnya batu–batu permata yang dipakai sebagai hiasan dasar tembok kota itu.

Bagi yang belum pernah melihatnya maka d ibawah ini saya sertakan gambar–gambar tentang keindahan batu–batu akik dan permata tersebut.

Mungkin yang paling sering di dengar adalah “Batu Kecubung” yang memiliki nama asing Amethusthos atau Amethyst.

Disebutkan bahwa Kota Yerusalem Baru yang merupakan gambaran Kota Surgawi itu sungguh indah, dalam ayat 21:11 disebutkan, “Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal”.

Kemudian, 21:18,  “Tembok itu terbuat dari permata yaspis; dan kota itu sendiri dari emas tulen..”

Lihat, betapa Allah sangat menghargai dan ‘hobi’ terhadap batu akik atau batu permata sampai mengatakan bahwa keindahannya bagaikan “permata yang paling indah” yaitu Batu Yaspis. Temboknya terbuat dari permata Yaspis dan kotanya dibangun dari Emas.

Kemudian disebutkan dalam ayat 21:19, “Dan dasar-dasar tembok kota itu dihiasi dengan segala jenis permata”.

Dalam ayat 21:19, dengan jelas dirinci dua belas macam batu akik dan permata apa saja yang menghiasai dasar tembok kota “Yerusalem Surgawi”.

Langit yang baru dan bumi yang baru

Yerusalem Baru sebagai gambaran Kota Surgawi, di mana semua orang yang dibenarkan Allah akan dikumpulkan disitu. Kota yang begitu indah bertabur permata, bercahaya terang karena Allah sendiri yang akan menjadi terang sehingga tidak perlu lagi adanya Matahari dan kotanya selalu siang (tidak ada malam atau gelap).

Dalam kota itu, tidak ada lagi kesedihan. Namun penuh sukacita sepanjang masa, tidak ada lagi kematian namun hanya ada kehidupan kekal.

Kota ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang telah memenangkan pertandingan saat hidup di dunia, bertahan dalam iman Kristus hingga akhirnya dan dibenarkan oleh Allah.

Kota ini bukan tempat bagi mereka yang jatuh dalam dosa dan tidak mau bertobat sebab mereka telah dibuang ke tempat yang telah disediakan bagi Iblis dan para malaikatnya sebetulnya.

Hanya sikap angkuh manusia saja yang akhirnya membawanya ke tempat ini. Tentang hal ini bisa kita lihat keterangannya dalam ayat 21:1 – 8.

21:1 Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi.21:2 Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.

21:3 Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.

21:4 Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” 21:5 Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!”

Dan firman-Nya: “Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar. ” 21:6 Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cumadari mata air kehidupan. 21:7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.

21:8 Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.”

Terbentuknya batu akik dan batu permata

Di awal tulisan tadi,  telah saya sampaikan bahwa Indonesia terbentuk akibat proses tumbukan tektonik tiga lempeng.

Hal ini menyebabkan timbulnya panas akibat gesekan lempeng tersebut dan membentuk magma bumi yang kemudian menerobos ke atas permukaan melewati berbagai macam batuan di atasnya.

Saat melewati batuan–batuan tersebut, maka terjadilah reaksi antara magma dan batuan di atasnya tersebut. Hal ini mengakibatkan terbentuknya mineral dan batuan–batuan indah seperti intan, emas, perak, tembaga, dan batu permata lainnya.

Selain membentuk batu permata yang indah, maka magma bumi yang terus menembus hingga permukaan akan membentuk Gunung Berapi.

Magma yang keluar ke permukaan disebut sebagai Lava Pijar yang sering menyertai saat Gunung berapi meletus.

Indonesia kaya batu-batuan berharga

Maka daerah dengan proses tektonik yang aktif ada kemungkinan akan sangat kaya dengan batu permata tersebut.

Seperti contoh, Maluku, dan Papua sangat kaya batu permata, emas, perak, dan tembaga yang saat ini ditambang oleh PT Freeport Indonesia.

Sebagai geologist, saya sengat senang membaca Kitab Wahyu karena Allah ternyata punya koleksi batu–batu permata yang indah dan dipakai untuk membangun kota “Yerusalem Baru”, kota surgawi yang turun dari surga.

Ternyata, Allah pun punya cita rasa yang tinggi terhadap batu–batu permata.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here