“The Sixth Sense”, Anak Jadi Perantara Komunikasi dengan Dunia Lain

0
1,516 views

DI keseharian hidup, jamak terjadi bahwa orang punya kelebihan bisa melihat ‘dunia lain’ justru dianggap aneh. Kesendiran dan kesunyian hidup dialami Cole Sear (Haley Joel Osment) setiap hari, baik di rumah maupun terutama di sekolah. Karena bisa melihat ‘dunia lain’, ketakutan selalu membebat dirinya hingga ia lebih suka tidur di dalam tendanya di dalam rumah daripada di atas bed. Di dalam tenda itulah, dia menyimpan semua patung suci yang dia ambil dari gereja.

Fenomena punya kelebihan melihat ‘dunia lain’ (the sixth sense) ini sejak awal susah dimengerti oleh Dr. Malcom Crowe (Bruce Willis), seorang psikiatris yang biasa menangani pasien freak (aneh). Butuh waktu panjang bagi Crowe untuk mengetahui persis sejauh mana Cole ini bisa membaca lingkungannya dengan indera keenamnya: bisa melihat arwah gentayangan.

Sebagai anak, Cole takut. Ia mengatasi rasa takutnya dengan sering bertandang ke gereja dan kemudian mencuri berbagai patung suci untuk kemudian dibawanya ke rumah. Patung-patung suci dan serdadu dia yakini mampu mengusir hantu yang setiap hali mendatanginya. Ternyata, hantu-hantu itu ‘meneror’nya hanya untuk memberitahu bahwa mereka ingin bisa ditolong.

Hantu-hantu itu ingin berkomunikasi dan Cole-lah dengan indra keenamnya dianggap mampu menyampaikan ‘isi hati’ arwah gentayangan ini kepada mereka yang berkepentingan. Sekali waktu, Cole berhasil ‘berkomunikasi’ dengan arwah gadis cilik yang selalu muntah. Ternyata, belakangan baru diketahui bahwa gadis itu sengaja diracun. Arwahnya mewujud diri dalam sebuah penampakan dan kemudian memberi video rekaman proses peracunan itu kepada Cole untuk kemudian dia sampaikan kepada ayah gadis malang.

Sampai di sinilah, Dr. Crowe baru menyadari bahwa keberadaan Cole ternyata menjadi ‘perantara’ antara arwah gentayangan dengan orang-orang yang masih hidup dan punya kaitan sejarah dengan hantu-hantu ini.

Tanpa sadar, kini sejarah berbalik arah. Dulu, Cole bukan lagi menjadi pasien Dr. Crowe, melainkan dokter ahli psikiatri ini menjadi ‘pasien’ Cole. Dokter ini punya relasi tidak bagus dengan istrinya dan selalu menuduh istrinya selingkuh. Padahal sejatinya, dia sendiri yang selalu meninggalkan istrinya.

Kesedihan sebagai seorang suami yang kesepian inilah yang dia sampaikan kepada Cole, anak freak yang bisa membaca hati dan keberadaan mahkluk-mahkluk aneh di sekitarnya. Cole ‘menasehati’ Dr. Crowe agar dirinya bicara hati ke hati kepada istrinya saat dia tengah tidur pulas.

Adegan dramatis terjadi, ketika Dr. Crowe menyatakan cintanya kepada istrinya saat sudah tertidur pulas, sementara layar TV masih menyisakan penggalan video rekaman perkawinan mereka. Ketika cincin kawinnya tiba-tiba jatuh di lantai dan cincin yang sama itu pula masih bertengger manis di ibu jari istrinya, barulah Dr. Crowe sadar bahwa ternyata dirinya sudah mati.

Setahun sebelumnya, Dr. Crowe mati ditembak oleh Vincent, seorang pemuda freak yang menyeruak masuk ke dalam rumahnya. Vincent adalah mantan pasiennya dan Dr. Crowe tak berhasil menyembuhkan Vincent kecil dari ‘penyakit aneh’ yang menimpanya: punya the sixth sense.

Film ini luar biasa cerdas, baik alur cerita maupun akting para pemainnya. Terutama Cole yang diperankan aktor anak dengan penampikan akting yang luar biasa. Atas kepiawaiannya bermain akting inilah, Osment sempat dinominasikan akan mendapat Oscar. Namun, sayang dia tak berhasil mendapatkannya hanya karena dia masih anak-anak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here