Tidak Kaku, tetapi Juga Tidak Sembrono

0
479 views
Ilustrasi - Nasihat untuk jangan melanggar aturan. (Wiki)

Jumat, 16 Juli 2021

  • Kel. 11: 10-12.14.
  • Mat.12:1-8.

MEREKA lebih mudah menjalani hidup dalam rutinitas yang didukung oleh jadwal dan aturan yang jelas.

Maka bila terjadi perubahan sedikit saja, kadang akan cepat menimbulkan kegelisahan, bahkan merasa sangat tidak nyaman.

Jika kita amati fenomena ini tidak hanya ditemukan pada orang dengan usia lanjut melainkan anak muda pun seakan sudah terjangkit sindrom “ketuaan” ini.

Banyak orang muda menjadi resah, tidak nyaman bahkan lalu uring-uringan pada saat internet macet, wifi terganggu, sinyal hilang. Ketika sesuatu yang biasa dijalani tiba-tiba hilang, tiba-tiba berubah.

Dunia mereka seakan berakhir, lumpuh dan tidak bisa beraktivitas, bahkan sampai tidak tahu lagi harus berbuat apa.

“Kalau kita belum sepenuhnya menjadi pribadi yang lepas bebas, janganlah cepat memberi cap atau membicarakan kebiasaan orang lain,” kata seorang teman.

“Kita sering membicarakan dengan nada miring saudara tua yang menurut kita kaku, saklek dengan kebiasaan, dikendalikan aturan, tidak luwes, terikat pada jadwal, bahkan bagai robot,” lanjutnya.

“Sedangkan kita, ambil salah satu contohnya saja, bahwa setiap saat melekat di tangan handphone, dan aneka gadget, bukankah itu juga sebuah ketidakbebasan yang membuat kita tidak luwes, karena tanpa sadari telah menguasai dan mendikte pola kita,” tuturnya.

“Tapi kan barang-barang itu memang kita perlukan untuk mendukung karya,” sanggah teman yang lain.

“Pertanyaannya, benarkah kita hanya menggunakan untuk berkarya atau kita sibuk setiap waktu dan tidak bisa nyaman dan bahagia tanpa alat-alat itu?,” sahutnya.

“Saya tidak menolak alat-alat itu. Tetapi hanya merasa bahwa kita semua masih harus menjadi manusia yang bebas tanpa kelekatan. Kita sama-sama punya kelekatan dalam hidup ini. Maka jangan hanya mencela orang lain tetapi juga berani introspeksi diri,” kata sahabat tadi.

Aturan hidup dibuat supaya kehidupan bersama mendapat jaminan kelangsungannya dan tidak saling memanfaatkan demi kepentingan sendiri.

Hanya dengan kedisiplinan terbuka, aturan akan menjadi sarana yang membawa kegembiraan dan bisa dijalani dengan penuh cinta.

Karena aturan itu diadakan untuk mendukung kehidupan bersama. Bukan menjadi tujuan hidup bersama.

Demikian juga sarana komunikasi dan alat-alat lain yang kita miliki hanyalah pendukung karya dan pengabdian kita. bukan sarana pokok dan bukan sebuah keharusan dalam hidup.

Apakah aku bisa menjadi pribadi yang bebas atas aturan dan sarana pendukung karya kehidupan ini?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here