Tidak Kenal

0
259 views
Ilustrasi - Kecrek dan borgol. (Ist)

Renungan Harian
Minggu, 12 September 2021
Hari Minggu Biasa XXIV

  • Bacaan I: Yes. 50: 5-9a
  • Bacaan II: Yak. 2: 14-18
  • Injil: Mrk. 8: 27-35

“BAPAK setengah baya itu orang baru di kampung kami. Namun, meskipun orang baru dan bukan asli dari kampung kami, bapak itu sudah amat kami kenal.

Sejak pertama kali pindah ke kampung kami, ia lalu memperkenalkan diri ke tetangga-tetangga. Ia juga selalu mau terlibat kegiatan di kampung kami. Bahkan ia tidak segan untuk ikut ronda meski pada waktu itu belum dapat giliran.

Sikapnya yang ramah dan terbuka membuat beliau cepat akrab dengan warga di kampung.

 Tidak butuh waktu yang lama, bapak itu menjadi sosok yang dihormati di kampung kami. Dalam pertemuan-pertemuan di kampung, ia selalu mempunyai gagasan-gagasan yang baik untuk kemajuan kampung dan kemajuan orang-orang muda di kampung.

Bukan hanya sekedar memberi gagasan. Tetapi ia mau turun tangan mewujudkan gagasannya. Bahkan tidak jarang ia selalu menjadi donatur terbesar untuk mewujudkan gagasannya.

Ia selalu dikenal sebagai orang dermawan di kampung. Entah sudah berapa banyak orang ditolong olehnya.

Kami, orang kampung menjadi semakin hormat, manakala kami mengetahui bahwa dia itu seorang pengusaha dengan banyak karyawan yang keluar masuk di rumahnya dengan mobil-mobil bagus.

Kami tahu bahwa dia seorang pedagang di kota, namun memilih tinggal di kampung kami. Bukan hanya tinggal di kampung kami, tetapi sungguh melebur dengan warga kampung.

Ia menempatkan diri sedemikian sehingga seolah tidak berjarak dengan warga kampung, meski kalau dilihat dari sisi ekonomi dan pendidikan amat jauh jurangnya.

Saat ada pemilihan kepala kampung, kami warga kampung sepakat untuk memilih dia menjadi kepala kampung kami.

Kami sepakat tidak perlu pemilihan, karena kami semua telah mufakat bulat memilih beliau menjadi kepala kampung.

Namun, kami kecewa tetapi sekaligus semakin hormat, karena dia menolak dengan alasan kesibukan. Ia mengusulkan ketua Karang Taruna dengan dukungan penuh darinya.

Pagi itu, seluruh kampung menjadi heboh. Karena di rumah bapak itu banyak polisi dengan membawa senjata lengkap.

Kami melihat bapak itu diborgol dibawa masuk ke mobil polisi. Ada banyak barang yang diangkut dari rumahnya.

Kami semua terkejut dan tidak percaya mendengar penjelasan Bapak Babinsa bahwa bapak itu adalah seorang gembong narkoba.

Orang kampung masih tak percaya dengan semua kejadian ini dan masih belum yakin kalau beliau adalah gembong narkoba,” seorang bapak berkisah.

Betapa sering kita salah mengenal dan mengerti seseorang karena melihat apa yang nampak.

Bisa jadi yang nampak itu lebih baik dari sesungguhnya atau sebaliknya.

Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk melihat sejauh mana aku mengenal Tuhan dalam pengalaman pergulatan hidupku.

Pengenalanku secara pribadi bukan berdasarkan pendapat orang banyak. “Tetapi menurut kamu, siapakah Aku ini?”

 Bagaimana dengan aku? Siapakah Tuhan menurut aku?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here