Tinggal Tunggu Waktu: Kaddafi Segera Tumbang (1)

0
775 views

DALAM 24 jam terakhir ini, perkembangan menarik terjadi di Libya, khususnya di Ibukota Tripoli. Laporan BBC dan CNN Senin (22/8) malam secara live menyebutkan pasukan pemberontak semakin menekuk pasukan loyalis pemerintah di jantung Tripoli. Bahkan laporan terakhir juga menyebutkan, pasukan pemberontak  berhasil merangsek masuk ke tempat-tempat persembunyian keluarga Kolonel Kaddfi dan lalu meringkus Muhammad Kaddafi dan Saif al-Islam Kaddafi, dua anak diktator Libya Kolonel Muamar Kaddafi.

“Ya, saya bersama mereka (tentara pemberontak),” ungkap Muhammad Kaddafi menjawab pertanyan Al Jazeera melalui kontak telepon di tengah dentuman tembakan hingga wawancara jarak jauh itu pun langsung terputus.

Tinggal menunggu waktu

Suksesnya pasukan memberontak merangsek masuk ke Ibukota Tripoli Senin pagi dimulai setelah Benghazi di wilayah Timur berhasil direbut pasukan anti-Kaddafi melalui pertempuran kota melawan tentara loyalis pemerintah. Jatuhnya Kaddafi dari tampuk kekuasaan tampaknya tinggal menunggu waktu, manakala ribuan masyarakat penduduk Tripoli terlihat gegap gempita menyambut kedatangan para tentara pemberontak dan milisi yang berniat mengakhiri 42 tahun kekuasaan Muhammad Kaddafi.

[media-credit name=”BBC” align=”aligncenter” width=”300″][/media-credit]Tapi dimana sebenarnya pemimpin karismatis Libya yang selalu merasa cukup menyebut diri Kolonel Kaddafi ini? “Tak seorang pun tahu persis. Pun kami pun juga tak tahu apakah dia masih bersembunyi di Libya atau malah sudah pergi,” kata Mustafa Abdel-Jalil, Ketua Dewan Pemerintahan Transisi di Benghazi, Minggu malam.

Selama berbulan-bulan perlawanan menentang kekuasaan Kolonel Gaddafi, praktis Benghazi menjadi markas utama dan “ibukota politik” gerakan pemberontak yang berambisi mendongkel Muamar Kaddafi.

[media-credit name=”BBC” align=”alignright” width=”300″][/media-credit][media-credit name=”BBC” align=”alignright” width=”300″][/media-credit]Antusiasme masyarakat Benghazi dan Tripoli makin bergelora, setelah sejumlah tentara elit yang setia pada Kol. Kaddafi dilaporkan menyerah kepada pasukan pemberontak guna menghindari pertumpahan darah antarsesama warga Libya. Atas berita penting ini, Dewan Pemerintahan Transisi lantas merilis running text di beberapa layar televisi dengan sebuah pernyataan optimis yang berbunyi: “Kita ucapkan selamat bagi seluruh rakyat Libya atas  tumbangnya rezim Kaddafi. Kami mengimbau seluruh rakyat Libya keluar rumah memenuhi jalanan untuk menjaga semua fasilitas publik. Hidup Libya!,”

Tentu saja, kapan persisnya tumbangnya rezim Kaddafi belum jelas benar. Bahkan laporan terakhir Al Jazeera menyebutkan, pasukan loyalis pemerintah masih menguasai tak kurang 15-20% Ibukota Tripoli.

Mathias Hariyadi, penulis dan anggota Redaksi Sesawi.Net

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here