TNI Pinjami Areal Parkiran untuk Paroki Mandor, Mgr. Agustinus Agus Ucap Terimakasih

0
84 views
TNI Pinjami Areal Parkiran untuk Paroki Mandor, Mgr. Agustinus Agus Ucap Terimakasih. (Samuel Bjp)

KABAR gembira datang dari Kalimantan Barat. Pangdam XII Tanjung Pura, Mayjen TNI Sulaiman Agusto, S.IP., M.M yang diwakili Irdam Kodam Tanjung Pura dan Uskup Keuskupan Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus – mereka berdua bersama-sama melakukan aksi bareng.

Yakni, secara bergiliran meletakkan batu pertama di lokasi pembangunan pagar Gereja St. Paulus dari Salib Paroki Mandor yang berlokasi di wilayah administratif Kabupaten Landak.

Pada kesempatan ini, kehadiran Pangdam diwakili oleh Irdam Kodam XII Tanjungpura yakni Brigjen TNI Widhioseno, S.E., M.Hum.

Peristiwa menarik ini terjadi hari Senin, 8 November 2021, pekan lalu.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Landak. Tampak juga ada di lokasi acara pada kesempatan ini:

  • Asintel Lantamal XII Pontianak Kolonel Marinir Yustinus Rudiman.
  • Kanwil JKN Kalbar Edward Naigolan.
  • Pastor Paroki.
  • Kepala Bank Mandiri Kalbar.
  • Pengusaha Julius Aho.
  • Sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat lokal.
Uskup Keuskupan Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus bersama Irdam Kodam Tanjung Pura Brigjen TNI Widhioseno menuju lokasi peletakan batu pertama proyek pembangunan pagar dan areal parkir Gereja Santo Paulus dari Salib Paroki Mandor, Kabupaten Landak, Kalbar. (Samuel Bjp)

Terimakasih kepada Kodam Tanjung Pura

Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus sangat mendukung dan berterimakasih kepada Pangdam XII Tanjung Pura Mayjen Sulaiman Agusto, SIP, MM, atas kemanunggalan TNI dan masyarakat umum. Tapi teristimewa umat Katolik Paroki Mandor.

“Ini merupakan sinyal adanya kedekatan dan hubungan baik antara Keuskupan dan Kodam XII Tanjung Pura,” kata Mgr. Agus di Mandor, Kabupaten Landak.

Dalam sambutannya, Mgr Agustinus Agus juga menyampaikan syukur, karena Kodam XII Tanjung Pura sudah sangat aktif merespon secara positif keinginan umat Katolik -khususnya umat Paroki St. Paulus dari Salib di Mandor- untuk boleh menggunakan lahan milik TNI sebagai lahan yang nantinya bisa digunakan bersama.

Gereja Mandor menjadi pusat paroki

Sehubungan dengan itu, Uskup Agung Pontianak mengisahkan secara singkat perkembangan umat Katolik dan Gereja di wilayah Mandor.

Dalam ceritanya itu, Mgr. Agustinus Agus mengatakan pada tanggal 15 April 2020 lalu, Mandor secara resmi telah menjadi pusat paroki.

Ibarat kata -lazimnya di organisasi pemerintahan- maka Paroki Mandor boleh diibaratkan layaknya “pusat pemerintahan” wilayah lokal.

“Dulu sekali, Gereja St. Paulus dari Salib Paroki Mandor ini hanya melayani umat yang berada di Mandor saja.

Namun sekarang dan sebagai pusat paroki, Gereja Paroki Mandor telah menjadi pusat kegiatan umat dan aktif melayani seluruh umat Katolik yang berada di seluruh wilayah Kecamatan Mandor.

Sampai saat ini, sudah ada 34 kampung dengan jumlah umat Katolik kurang lebih 14.000 orang, ” kata Uskup Agustinus.

Uskup Agustinus menceritakan lagi hal sebagai berikut.

Kegiatan bersama berupa acara peletakan batu pertama pada proyek pembangunan pagar dan lahan parkir Gereja Santo Paulus dari Salib Paroki Mandor, Landak, Kalbar. Acara ini terjadi dengan dua aktor utama Uskup Keuskupan Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus dan Irdam Kodam Tanjung Pura Brigjen TNI Widhioseno mewakili Pangdam Tanjung Pura. (Samuel Bjp)

Dulu jadi wilayah pastoral Paroki Sungai Pinyuh

Sebelumnya menjadi mandiri, Gereja Mandor dilayani oleh para pastor yang berkarya di Paroki Sungai Pinyuh.

Setelah menjadi paroki mandiri, maka wilayah tersebut mendapatkan limpahan dari sebagian wilayah Sungai Pinyuh sebanyak 15 kampung plus 28 kampung lainnya yang dulu dilayani oleh Paroki Pahauman.

Uskup Agustinus melihat, areal lahan gereja ini nantinya pasti tidak akan cukup. Karena selama ini, tempat parkir hanya punya sejumput lahan sempit sekitar gereja.

Namun karena kegiatan dan umat yang semakin bertambah, kemudian muncullah keinginan umat untuk melebarkan dan meluaskan areal gereja ini.

“Untuk itulah, kami mengajukan permohonan kepada pihak TNI khususnya Kodam XII Tanjung Pura untuk bisa menggunakan tempat ini sebagai areal bersama,” ujar Uskup Agustinus.

Sejalan dengan itu, lahan yang dipakai itu hanya untuk kebutuhan areal parkir.

Dalam pembicaraan sebelumnya, pihak Keuskupan bersedia menyiapkan seluruh material untuk membangun fasilitas parker. Jadi, bukan hanya pagar. Tetapi termasuk tempat parkir.

Kemanunggalan TNI dengan masyarakat dan umat Katolik

Pada kesempatan sama, Mgr. Agustinus Agus mengakui barangkali saja hal ini adalah yang pertama kali terjadi. Yakni, kerjasama  nyata berupa atmosfir saling mendukung.

Dalam hal ini adalah semangat kemanunggalan TNI bersama masyarakat serta umat Katolik Paroki St. Paulus dari Salib di Mandor.

Bagi Mgr Agustinus Agus, kerjasama itu bukan hanya secara simbolis terjadi pada pembangunan fasilitas pagar dan lahan parkir saja. Tapi juga lebih mendalam.

Uskup Agung Pontianak menggarisbawahi, peristiwa peletakan batu pertama itu juga menunjukkan bahwa kehadiran TNI bersama masyarakat jauh lebih punya makna daripada sekedar membangun pagar dan tempat parkir. 

Menutup sambutannya, Mgr Agustinus Agus mengajak semua hadirin untuk berdoa bersama agar kebersamaan sesuai rencana yang sudah ditetapkan dapat ditindaklanjuti demi kepentingan bersama.

“Bukan hanya untuk masyarakat Katolik saja, tetapi untuk seluruh masyarakat Mandor khusus di mana antara TNI dan masyarakat sungguh memiliki kerja nyata,” tambah Uskup Agustinus.

Amanat Pangdam XII Tanjung Pura

Usai Uskup Agung Pontianak bicara, selanjutnya tibalah waktu untuk paparan sambutan dari Brigjen TNI Widhioseno yang membacakan pesan Pangdam XII Tanjung Pura.

Atas nama Kodam XII Tanjung Pura dan mewaliki Pangdam Mayjen TNI Sulaiman Agusto, Brigjen TNI Widhioseno menyampaikan permohonan maaf. Karena Pangdam tidak bisa hadir di acara ini.

“Sejatinya Bapak Pangdam sangat ingin hadir di Mandor, tapi karena tugas dari komando atas, maka dengan mohon maaf yang sebesar-besarnya beliau tidak bisa hadir dan diwakilkan kepada saya,” kata jenderal bintang satu dari jajaran TNI AD ini.

Dalam sambutannya, Widhioseno pertama-tama mengucap syukur kepada Tuhan yang Maha Esa karena telah tercapainya kesepakatan bersama antara Kodam XII Tanjung Pura dengan Keuskupan Agung Pontianak. Yakni, tentang penggunaan lahan untuk kepentingan bersama bagi masyarakat Paroki Mandor.

Hal ini merupakan wujud nyata kebersamaan dan kesatuan sebagai bentuk dan bukti kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Kemanunggalan TNI dan masyarakat luas serta Umat Katolik Paroki Mandor, Landak, Kalbar. Ini ditandai dengan kerelaan Kodam Tanjung Pura meminjami lahan untuk areal parkir gereja dan keperluan bersama. (Samuel Bjp)

Berkaitan dengan penandatanganan perjanjian kesepakatan bersama, diharapkan masing-masing pihak bisa berkomitmen dan mengimplementasikan poin-poin dalam perjanjian bersama tersebut.

Pangdam XII Tanjung Pura berharap dengan adanya pembangunan ini dapat memberi rasa nyaman aman dan hikmah bagi segenap saat melakukan ibadat sehingga bisa meningkatkan keimanannya kepada Tuhan.

Pangdam XII Tanjung Pura berharap semoga pembangunan ini bisa berjalan dengan lancar dan aman.

“Mandor, 8 November 2021 Panglima Kodam XII Tanjung Pura dengan tertanda cap oleh Mayjen TNI Sulaiman Agusto, SIP, MM,” demikian pesan Pangdam yang dibacakan Brigjen TNI Widhioseno.

Setelah sambutan dibacakan, kegiatan itu ditandai dengan aksi meletakan batu pertama pembangunan dan penandatanganan prasasti oleh Mgr. Agustinus Agus sebagai Uskup Keuskupan Agung Pontianak dan diparaf oleh Brigjen TNI Widhioseno mewakili Pangdam XII Tanjung Pura.

Momen ini disaksikan oleh tamu undangan dan tokoh masyarakat.

Luas lahan yang nantinya akan digunakan secara bersama kurang lebih 200 meter persegi.

Usai kegiatan, Uskup Agustinus mengajak seluruh para tamu undangan untuk berfoto bersama kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here