Tobat Jelang Paskah dan UN

0
785 views

Jelang Paskah dan Ujian Nasional (UN) yang akan datang, Romo Siprianus Tes Mau, Pr mengimbau siswa-siswi Kelas XII SMA Katolik St. Fransiskus Asisi Suria Atambua, Timor, NTT agar bertobat jika persiapan diri jelang Paskah 2015 dan UN belum maksimal.

Himbauan ini ditegaskannya, dalam rekoleksi persiapan Paskah yang diselenggarakan di Aula Seminari Tinggi Tahun Orientasi Rohani (TOR) Lo’o Damian, Nela, Atambua, NTT pada Rabu (18/3).

Kepada siswa-siswi Kelas XII yang akan mengikuti ujian akhir dalam suasana Paskah nanti, Rm. Sipri memberi pendasaran teologis, bahwa diri setiap manusia adalah anugerah Tuhan melebihi makluk ciptaan lainnya. Karena itu sebagai makhluk berakal budi, peserta didik hendaknya sadari diri sebagai wadah  kehadiran Allah secara unik dan istimewa di dunia.

Konsekuensinya, para siswa harus siapkan diri dan perkaya diri dengan berbagai macam ilmu pengetahuan yang telah diajarkan di sekolah.

“Semua usaha itu kelak berguna untuk diri sendiri, keluarga, bangsa dan gereja serta demi kemuliaan nama Allah Sang Pencipta dalam diri kawula muda katolik ini,” ungkap imam diosesan Keuskupan Atambua yang kini bertugas sebagai pendamping rohani para frater TOR Lo’o Damian ini.

Dipadukan dengan tobat jelang Paskah, siswa-siswi calon peserta UN ini ditantang untuk jujur dan menemukan apa yang salah dan kurang dalam persiapan ujian selama ini. Dari refleksi itu mereka pasti dapat mengupayakan segala hal yang patut dibenahi, seperti melawan sikap malas, tidak peduli, tidak takut gagal, stress ataupun akibat beban dosa masa lalu.

Dengan tema “Berjuang Meraih Masa Depan”, ia mengajak peserta rekoleksi untuk lebih fokus pada cita-cita pada masa depan dengan rasa percaya diri yang tinggi. Optimis adalah modal utama meraih sukses.

Di akhir renungan peserta rekoleksi dibagi dalam 41 kelompok kecil sesuai jumlah para frater TOR, lalu saling membagi (sharing) pengalaman dalam masing-masing kelompok. Dalam sharing, para frater calon imam projo dari Dioses Weetabula-Sumba, Dioses Agung Kupang dan Dioses Atambua ini memberi kesaksian tentang suka-duka persiapan ujian saat mereka di bangku SMA. Sikap pribadi yang tidak kondusif jelang ujian nasional dipadukan sebagai tobat jelang Paskah. Keberhasilan dalam UN juga sebagai kegembiraan Paskah 2015 ini.

Pada hari yang sama, rekoleksi bagi 800-an siswa-siswi SMA Katolik St. Fransiskus Asisi Suria Atambua diadakan di 3 tempat berbeda. Kelas X didampingi oleh Rm. Hieronimus Masu, Pr di Aula Seminari Menengah Sta. Maria Immaculata Lalian; Kelas XI bersama Rm. Stef D’aquinaldo Seran, Pr di Gereja Paroki st. Petrus Tukuneno-Atambua; dan Kelas XII dibimbing oleh Rm. Siprianus Tes Mau, Pr di Aula TOR Lo’o Damian Nela, Atambua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here