Tuhan Bekerja bersama Kita

0
412 views
Ilustrasi: Para imam misionaris CP dan suster OSA di medan karya: Menarik jip yang selip di kobangan lumpur khas jalanan di pelosok Ketapang, Kalbar. (Dok CP-OSA/Repro MH)

Jumat, 3 Desmber 2021

1Kor.9:16-19.22-23.
Mzm. 117:1.2.
Mrk. 16:15-20

SALAH satu berkat yang saya terima karena pandemi adalah bisa berkumpul kembali dengan seorang sahabat setelah hampir dua puluh tahun tidak bertemu.

Dulu kami sekomunitas, sebelum dia mendapat tugas pengutusan sebagai misionaris di negara yang lain dengan medan lapangan sangat berat.

“Misi itu soal komunikasi hidup yang bersumber dari Tuhan Yesus kepada kita dan kepada umat yang kita layani,” kata teman sang misionaris itu.

“Pertama-tama adalah kedalaman relasi kita dengan Tuhan dalam doa akan menjadi landasan kita dalam menjalankan pengutusan,” lanjutnya.

“Tanpa kedalaman relasi dengan Tuhan, kita akan berjalan tanpa orientasi yang jelas,” katanya.

“Bahkan kita bisa terjebak dalam pewartaan semu. Kita hanya akan sibuk mewartakan ide dan gagasan bahkan insting diri sendiri,” ujarnya lagi.

“Saya banyak ditempa oleh ketulusan dan keyakinan umat akan Tuhan Yesus,” lanjutnya.

“Dengan pengetahuan iman yang sangat sederhana, mereka begitu yakin dan penuh kepasrahan akan Tuhan,” katanya.

“Maka sekali lagi, misi adalah soal komunikasi. Kita harus mau mendengarkan isi hati, isi kepala, dan perasaan umat dalam menghayati iman dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

“Kita ini hanya utusan, Tuhan yang kita abdi dan mengutus kita akan bekerja bersama kita, dan menjamin kita dengan berkat dan perlindungan,” katanya.

Dalam bacaan Injil hari ini kita dengar demikian,

“Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.”

Di sini Tuhan Yesus menguatkan dan meneguhkan hati para murid-Nya, bahwa Tuhanlah yang memanggil dan menyuruh murid-murid-Nya memberitakan Injil.

Tuhanlah yang bekerja menyatakan Injil-Nya, tetapi Tuhan memakai kita menjadi saluran atau alat untuk menyatakan firman-Nya dalam hidup ini.

Sehingga kita tidak bisa bermegah atas firman maupun berita Injil yang kita beritakan, sebab itu semua adalah pekerjaan Roh Tuhan.

Maka, kita tidak boleh berkecil hati jika kita dihina, direndahkan, karena melakukan kebenaran firman Tuhan.

Jangan takut untuk melakukan kebenaran Tuhan, sebab Tuhan menyertai kita dan bekerja bersama kita..  

Bagaimana dengan diriku?

Apakah aku bisa membawa Yesus dalam relasi dengan sesama?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here