Tuhan Memelihara dan Menjaga Hidupku

0
260 views
Novel Aldi Adilang selamat dari berhari-hari terapung di lautan (YouTube)

Bacaan: 1 Ams 30:5 – 9
Injil: Luk 9:1 – 6

ALDI Novel Adilang, 19 tahun sekitar pertengahan 2018 sempat menjadi berita internasional. Pemuda asal Desa Langsa, Kecamatan Wori, Minahasa Utara, Sulawesi Utara hanyut hingga perairan Guam, Jepang.

Ia dikabarkan hilang dan hanyut, saat bekerja memasang lampu perangkap ikan terapung di perairan laut Loloda Halmahera Barat.

Bekal dan air tawar hanya bertahan dua pekan, radio tidak banyak berfungsi karena hampir tidak ada kapal yang lewat. Ia harus minum air laut yang disaring dari bajunya. Setiap hari ia mondar-mandir di rumah perahu ukuran 2×2 meter dan hampir putus asa bahkan ingin bunuh diri.

“Saya sempat mempertimbangkan ingin bunuh diri dengan cara melompat ke laut, tetapi niat itu saya urung lakukan karena hati ini seperti ada yang berbisik untuk tidak melakukannya…”

Setiap hari, waktunya dihabiskan dengan membaca Kitab Suci dan berdoa. Tuhan memelihara dan menjaga hidupnya selama ia terkatung-katung di laut. Tuhan akhirnya mengirimkan Kapal MV Arpeggio berbendera Panama 49 hari kemudian dan membawanya ke Tokuyama, Jepang.

Injil hari ini mengisahkan bagaimana Tuhan Yesus memelihara serta menjaga hidup para murid yang dipanggil dan diutus-Nya bermisi mewartakan kabar gembira.

Dalam melaksanakan tugas, Tuhan berpesan agar tidak perlu “rempong” memikirkan kebutuhan hidup sebab Ia yang akan mencukupi dengan cara-Nya. Tuhan berpesan agar fokus dalam bekerja melayani.

“Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju…”, mereka diminta untuk berserah pada Tuhan.

Penulis Amsal juga menasihati agar berserah pada Tuhan dan mohon diberikan rejeki yang secukupnya saja. “Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya… Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku.”

Bagi orang yang tidak siap mental, hidup berlebih kadang malah membawa sengsara. Oleh kekayaan, orang bisa menjadi sombong serta berbuat menempuh segala cara dan melupakan Tuhan.

Kitab Amsal mengajarkan asas-asas kehidupan yang dijalankan dengan hikmat dan penuh rasa takut kepada Tuhan.

Pesan hari ini

Bersama Tuhan Yesus, hidup tidak perlu kuatir dan “rempong” sebab Dia akan mencukupkan apa yang kita butuhkan. Menjadi Katolik harus siap diutus dan bermisi, biarkanlah Tuhan yang menyelenggarakan hidup kita.

“Jangan terlalu khawatir dengan apa yang akan terjadi. Segala sesuatunya akan tetap baik-baik saja dan berguna bagimu. Tetaplah pakai maskermu dan jaga jarakmu, mari bersatu melawan Coronavirus.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here