Tuhan Menyembuhkanku

0
443 views
Ilustrasi - Yesus menyembuhkan anak Yairus. (Ist)

Senin, 4 Juli 2022

  • Hos. 2:13,14b-15,18-19;
  • Mzm. 145:2-3,4-5,6-7,8-9;
  • Mat. 9:18-26.

PROBLEM kehidupan dapat menyebabkan kita berada dalam kegelapan.

Permasalahan yang datang silih berganti dan tak kunjung henti membuta kita lelah dan seakan tersudut dalam keputusasaan.

Semua jalan terlihat berliku bahkan berujung pada kebuntuan. Semua langkah seakan terhenti.

Pada saat seperti itulah kita bisa kehilangan iman kepada Allah.

Kita lupa bahwa Allah di dalam Kristus mampu membawa kita keluar dari permasalahan yang ada, asalkan kita datang memohon dan berserah diri kepada Tuhan.

“Pada awalnya, saya merasa tidak punya harapan akan sembuh dari penyakit ini,” kata seorang ibu.

“Saya menjadi lelah untuk berobat, karena tidak ada perkembangan yang positif dari pengobatan itu,” lanjutnya.

“Saya selalu berdoa dan bahkan berapa banyak orang yang sudah mendoakanku tetapi saya tidak sembuh dan tidak kunjung membaik,” ujarnya.

“Kata-kata penghiburan hanya baik untuk mereka yang datang padaku dan menghiburku tetapi untukku seakan menjadi ejekan terhadap derita yang saya rasakan,” protesnya.

“Saya benar-benar kehilangan harapan,” lanjutnya.

“Dalam derita itulah saya melihat betapa ketulusan dan pengabdian suamiku,” kisahnya.

“Dia selalu siap sedia membantuku, tanpa banyak tanya, dia bacakan artikel yang menarik untuk saya dengar, dia bacakan ayat Kitab Suci sesuai bacaan kalender liturgi, hingga dia berdoa di samping ranjangku setiap malam,” lanjutnya.

“Suamiku yang tetap berharap dan punya harapan itulah yang membuatku mau berjuang bersamanya,” ujarnya.

“Dia menemaniku melalui lorong gelap dan menyedihkan ini,” imbuhnya.

“Saya menjadi percaya akan Tuhan yang menderita di salib, dan menembus dosa dengan cara menderita hingga membuatku tidak mengutuki penderitaan. Namun menerimanya dengan lapang dada,” tandasnya.

“Saya belum sembuh sepenuhnya dari penyakit ini, namun kini saya merasa didukung dan dikuatkan Tuhan berkat pengorbanan dan kesetiaan suamiku,” lanjutnya.

“Saya kembali menemukan harapan, saya percaya bahwa Tuhan akan menjadikan segalanya menjadi baik,” sambungnya

Dalam bacaan Injil hari ini kita dengar demikian.

Karena katanya dalam hatinya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”

Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.” Maka sejak saat itu  sembuhlah perempuan itu.”

Kisah kepala rumah ibadat dan seorang perempuan yang sakit pendarahan dua belas tahun lamanya menunjukkan betapa Yesus berkuasa atas penyakit dan kematian.

Keyakinannya atas kuasa Yesus yang membuat diri perempuan itu berani menjamah jumbai jubah Yesus.

Di sini, jumbai jubah adalah tanda orang bagi Yahudi yang siap bersembahyang.

Yesus tidak hanya menyembuhkan penyakitnya, tetapi juga menahirkannya.

Iman menuntun seseorang kepada sebuah tindakan konkret.

Seperti kepala rumah ibadat dan perempuan yang sakit pendarahan mengalami kebuntuan atas persoalan hidup mereka.

Di tengah-tengah kondisi yang pelik, mereka memilih mencari, berharap, dan beriman kepada Yesus.

Mereka percaya bahwa Yesus adalah satu-satunya solusi yang dapat memberikan pengharapan kepada mereka.

Bagaimana dengan diriku?

Tindakan iman seperti apa yang harus aku lakukan di tengah persoalan hidup yang menghimpit?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here