Tuhan Senantiasa Mempersilakan Kita untuk Bertobat

0
1,387 views
Ilustrasi: Maaf.

Renungan Hari Sabtu,28 Jan ’12
2 Sam 12:1-7a,10-17 Injil: Mrk 4:35-41

Kecerobohan atau kekeliruan dalam hal kecil dapat mengakibatkan sesuatu yang fatal dalam kehidupan atau pekerjaan kita.  Inilah yang dialami oleh Daud.  Kecerobohan, kesalahan dan ketidakbijaksanaannya mengambil istri Uria menjadi istrinya mengorbankan Uria di medan perang menyebabkan kegelisahan, ketidaktenagan dan penderitaan batin yang berkelanjutan.

Namun, Tuhan itu selalu baik.  Ia mengirim Natan untuk menegur dan memperingatkan Daud akan kesalahannya dan meminta dia menyesal dan bertobat.  Tuhan tidak mau membiarkan  Daud jatuh dari satu kesalahan ke kesalahan lain, dari satu kekeliruan ke kekeliruan lain.  Natan menghantar Daud, tahap demi tahap,  dalam proses penyadaran akan dosa dan menuju penyesalan.  Daud terbuka menerima teguran Allah melalui Natan disertai sikap penyesalan.  Daud lalu menyesal dan minta ampun!  Dia sadar bahwa Allah itu memang kaya dalam kerahiman (bdk Ef 2:4).  Demikian ia tetap mendapat tempat di hati Allah.

Dengan tangan terbuka Allah senantiasa mempersilahkan kita untuk bertobat agar kita menemukan kembali apa yang terbaik dalam diri kita, menemukan kembali anugerah-anugerah dan buah-buah Roh Kudus yang telah ditanamkan di dalam diri kita, seperti, “kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri” (Gal 5:22-23).  Untuk itu, Tuhan akan mengingatkan kita dengan berbagai cara, bahkan berupa badai dan taufan sekalipun, agar kita kembali kepadaNya.

Tuhan Yesus, ketika aku keliru dan ceroboh, tegurlah aku, agar aku sadar, menyesal dan bertobat.  Rahmatilah aku dengan kerahimanMu yang melimpah.  Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here