Tuhan Tidak Pernah Melupakanmu

0
271 views
Ilustrasi - Relasi dengan Tuhan dengan aktif membaca Kitab Suci. (Ist)

Bacaan 1: Kej 41: 55-57; 42:5-7a. 17-24a
Injil: Mat 10:1 – 7

PERNAHKAH kamu melupakan Tuhan? Melupakan Tuhan bukan berarti amnesia kepada Tuhan. Atau meninggalkan keimanannya.

Dalam Ul 8:11 dikatakan, “Hati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, Allahmu, dengan tidak berpegang pada perintah, peraturan dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini..”

Dari ayat ini, melupakan Tuhan bukan sekedar masalah kognitif semata, tetapi masalah gaya hidup yang mengikuti atau mengabaikan perintah Tuhan.

Menjadi Katolik sejak baptis bayi, merasa bahwa sudah cukup beriman. Lalu menganggap bahwa keberhasilannya dalam hidup adalah karena kekuatannya semata.

Tidak pernah mau ke gereja lagi, tidak mau berdoa karena merasa tidak penting lagi. Merendahkan martabat (merasa berkuasa) orang lain, maka sikap ini juga termasuk melupakan Tuhan.

Jika orang sudah belajar banyak pengetahuan teologi, tetapi tidak merendahkan hati, sebenarnya ia sudah melupakan Tuhan.

Namun demikian, saat kita melupakan-Nya justru akan dicari Tuhan.

Dalam bacaan hari ini, Tuhan Yesus memanggil dua belas orang untuk dijadikan rasul-Nya. Lalu mengutus mereka untuk mencari orang-orang Yahudi yang melupakan Tuhan.

“… pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat.”

Mereka diberi kuasa berperang melawan roh jahat. Peperangan yang harus terus menerus kita lakukan hingga hari ini.

Bangsa Israel adalah bangsa pilihan Allah yang telah ditetapkan menjadi terang bagi bangsa-bangsa lain.

Namun mereka tidak mau mengakui keilahian Yesus bahkan dimasa lalu banyak diantara mereka menyembah berhala.

Tuhan ingin mereka kembali dan bertobat agar siap menyambut kehadiran-Nya.

Dalam kisah Yusuf, ia mendapati mimpinya dulu menjadi kenyataan. Saudara-saudara tuanya menyembah sujud kepadanya karena saat itu Yusuf menjadi penguasa di Mesir.

Apa yang terjadi pada diri Yusuf bukanlah suatu kebetulan. Tuhan memang mempersiapkannya untuk menjadi penguasa di Mesir.

Agar bisa menyelamatkan keluarganya kelak dan menjaga “Rencana Keselamatan Allah” yang akan turun lewat Yehuda.

Dalam kisah ini, Yusuf menguji saudara-saudaranya itu. Apakah mereka masih membencinya seperti dulu atau sudah berubah. Dan Yusuf melihat bahwa mereka telah berubah sehingga merasa terharu dan diekspresikan oleh tangisannya.

Pesan hari ini

Saat kamu melupakan Tuhan dengan tidak berpegang pada perintah, peraturan dan ketetapan-Nya maka Ia akan tetap mencarimu agar bisa diselamatkan.

“Kewajiban kita adalah melakukan hal yang benar. Selebihnya ada di tangan Tuhan. Tetaplah pakai maskermu dan jaga jarakmu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here