Tuhan Yesus, Tahirkanlah Aku

0
622 views
Ilustrasi: Yesus menyembuhkan orang buta. (Ist)

1Yoh 5:513 dan Luk 5:12-16

ORANG yang menderita kusta, tidak hanya menderita secara fisik, tetapi juga menderita secara mental dan hidup sosial.

Ketika pertama kali melihat para penderita lepra di Rumah Sakit St. Damian Lewoleba ada suatu perasaan yang tak bisa terlukiskan. Iba, prihatin dan kasihan.

Saya berjumpa dengan seorang bapak yang sudah pulih dari penyakitnya. Dia menceritakan bahwa, sejak dia diantar masuk ke rumah sakit keluarganya belum pernah mengunjungi dia.

Demikian juga, di kalangan orang Israel. Penderita kusta harus tinggal di luar kampung, jauh dari pergaulan dengan sesama. Setiap kali berjumpa dengan orang banyak mereka harus berteriak: naji, najis.

Maka betapa seorang penderita kusta merindukan kesembuhan, bebas dari penyakitnya.

Yesus jatuh kasihan dengan penderita kusta. Maka ketika diminta, Yesus segera mengulurkan tangan dan menjamah orang itu dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.”

Yesus tabib agung, yang tidak hanya menyembuhkan sakit fisik, tapi juga sakit spiritual dan sosial. Dengan menjadi tahir, penderita kusta itu kembali bergabung dalam persekutuan hidup bersama.

Bisa jadi kita juga menderita penyakit kusta dan sejenisnya. Kita menderita:

KUSTA (Kurang Suka Tampil).

KURAP (Kurang Pengaharapan).

KUDIS (Kurang Disiplin).

KUMAN (Kurang iman).

Bailah kita minta Tuhan Yesus mentahirkan kita, agar kita sungguh-sungguh terlibat dalam hidup bersama di masyarakat dan Gereja. Selain itu, mari kita ulurkan tangan menerima sesama yang tersisihkan dalam hidup, agar mereka merasa dicintai dan dikasihi. Tuhan Yesus memberkati kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here