Ujian Lisan Persiapan Penerimaan Komuni Pertama di Paroki Katedral Atambua

0
2,716 views
Tes lisan untuk para calon penerima komuni pertama di Gereja Katedral Atambua. (Ist)

SISWA-siswi kelas V tingkat Sekolah Dasar se-Paroki Katedral Atambua, Belu, NTT mengikuti ujian lisan sebagai persiapan pemerimaan komuni pertama. Kegiatan ujian lisan ini berlangsung di sekolah masing-masing dan dilaksanakan selama dua hari yakni 13-14 Oktober 2016.

Terhitung ada 10 SD dengan jumlah siswa bervariasi di wilayah Paroki Katedral Atambua yang mengikuti kegiatan dan pembinaan sekaligus ujian persiapan komuni pertama. Yakni, SDI Tanah Merah I, SDI Tanah Merah II, SDN Wirasakti, SDI Tenukiik, SDK I St. Yoseph, SDI Tulamalae, SDI Tenubot, SD Santa Angela, dan SD II Sta. Theresia. Sementara SDLB Tenubot, mendapat perlakuan khusus.

Antusias

Anak-anak terlihat antusias mengikuti ujian yang diberikan oleh tim penguji dari Paroki Katedral. Mekanisme ujian juga bervariasi. Ada saat dimana masing-masing peserta maju dan berhadapan langsung dengan penguji, tetapi ada juga yang berkelompok.

Setiap peserta diberi alokasi waktu 5-7 menit sehingga semua peserta mendapat kesempatan yang sama. Tim penguji melibatkan para pastor di Paroki Katedral, diakon, frater, serta para suster. Sementara materi yang diuji  meliputi  doa-doa harian, sakramen-sakramen dalam Gereja, Sepuluh Perintah Allah dan Lima Perintah Gereja, yel-yel Sekami serta pengetahuan umum lainnya.

Rm. Anton Kapitan Pr, pastor rekan Paroki Katedral, pada saat rapat persiapan mengatakan, “Setiap tahun kita mengadakan ujian, baik ujian lisan maupun ujian tetulis. Selain menjadi kekhasan Paroki Katedral, tetapi juga mempersiapkan anak-anak kita sebelum mereka menerima komuni pertama. Dengan adanya ujian ini maka anak-anak termotivasi untuk mempersiapkan diri dengan sungguh.”

atambua-komuni-2
Calon penerima komuni pertama menjalani ujian lisan. (ist)

Hal senada juga dikatakan oleh Rm. Kris Fallo, Pr, selaku pastor rekan Paroki Katedral Atambua yakni, “Kita melaksanakan ujian pertama-tama bukan untuk mencari alasan untuk membatalkan membatalkan mereka yang tidak lulus untuk tidak menerima komuni pertama, tetapi ini adalah kesempatan bagi anak-anak kita untuk belajar, memperdalam imana. Dengan adanya ujian, mereka dapat belajar dengan sungguh-sungguh. ”

Sesuai jadwal, ujian tertulis akan dilaksanakan pada tanggal 16 Oktober, setelah Misa III, di Gereja Katedral. Sementara untuk Misa Penerimaan Komuni Pertama akan dilaksanakan dalam dua gelombang yakni gelombang I tanggal 28 Oktober 2016 dan gelombang II tanggal 4 November 2016.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here