Unika Soegijapranata Kembangkan Konsep “Green Building”

0
2,366 views

Universitas Katolik Soegijapranata Semarang akan mengembangkan konsep “green building” atau bangunan yang hemat energi air dan listrik, di antaranya diterapkan pada gedung olahraga yang akan dibangun.

“Kami berpikir mengembangkan bangunan yang hemat energi atau dikenal dengan istilah ’green building’. Memang tidak mudah, tapi kami coba,” kata Rektor Unika Soegijapranata Semarang Prof Budi Widianarko di Semarang, Selasa.

Ia mengungkapkan hal itu usai menjadi pembicara kunci (keynote speech) pada seminar bertema “Konsep Green Building pada Desain dan Pengelolaan Bangunan: Menuju Trend High Building Performance” di Unika Soegijapranata Semarang.

Ia menjelaskan, salah satu bangunan yang akan dikonsep “green building” adalah gedung olahraga yang baru dimulai pembangunannya, nantinya menggunakan listrik yang didapat dari suplai energi matahari.

“Ini masih menjadi perdebatan panjang, apakah semua mengandalkan energi surya, tidak memakai listrik PLN. Namun, kami akan mengatur sebagian perangkat kelistrikan dipasok dari panel tenaga surya,” katanya.

Khususnya, kata dia, lampu penerangan eksternal yang nantinya tidak menggunakan listrik dari PLN, namun sementara perangkat kelistrikan yang lain tetap mengandalkan listrik dari perusahaan listrik negara itu.

Pengelolaan air hujan
Selain itu, ia mengatakan pihaknya juga memikirkan pengelolaan air hujan agar tidak terbuang sia-sia sehingga bentuk bangunan nantinya akan didesain khusus, terutama untuk memudahkan pengumpulan air hujan.

Menurut dia, bentuk bangunan yang menelan dana senilai Rp 10 miliar itu dirancang nyaman terhadap penggunanya, sebab sisi dinding dibangun tembok pembatas untuk melindungi dari terpaan hujan dan panas.

“Kami juga merancang agar struktur bangunan ’sport hall’ ini ramah terhadap kaum difabel sehingga bisa diakses oleh siapa pun. Bangunan ini rencananya difungsikan sebagai gedung olahraga serba guna,” kata Budi.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Jawa Tengah M. Tamzil yang menjadi “keynote speech” kedua mengapresiasi kepedulian Unika Soegijapranata dalam mengembangkan konsep “green building”.

“Konsep ’green building’ ini tidak semata diukur dari pepohonan yang ditanam, namun lebih pada keramahan bangunan terhadap energi yang digunakan, terutama energi listrik dan air,” katanya.

Tamzil mengaku, pihaknya saat ini juga tengah gencar menyosialisasikan penataan ruang yang ramah lingkungan, kota yang hijau atau “green city”, dan mengajak kepedulian perguruan tinggi untuk mengembangkan konsep itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here